Konsep tersebut diadaptasi Jepang untuk menekan dampak bencana gempa yang kerap melanda Negeri Sakura.
Sama seperti Indonesia. Jepang menjadi negara Asia yang berada di jalur cincin Pasifik (Ring of Fire). Hal itu membuat Jepang kerap dilanda bencana gempa.
Meminimalisir imbas bencana akibat pergerakan lempeng bumi tersebut, sejumlah inovasi ditelurkan. Di antaranya, merancang konsep dan membangun rumah tahan gempa. Yang makin masif dilakukan Jepang sejak tahun 1971 silam.
”Konsep bangunan era Majapahit ini salah satunya diadaptasi Jepang untuk membangun rumah anti gempa. Walaupun hanya sebagian saja dari inovasi keseluruhan,” terang pemerhati peninggalan budaya Majapahit, Anam Anis.
Jenis pondasi umpak ini menjadi salah satu alternatif beragam pondasi yang dicetuskan. Terlebih, para penemu dan pengembang bangunan anti gempa di Jepang menyuguhkan seabrek pilihan konsep.
Terutama, menyesuaikan kontur geografis masing-masing wilayah. Bahkan selain itu, penggunaan material bangunan yang ringan menjadi faktor lain yang disebut menganut gaya rumah era Majapahit. Seperti bahan kayu maupun papan ringan.
Sebab, imbas gempa yang berdampak langsung pada manusia adalah runtuhan material bangunan yang diterjang.
Bahkan, desain rumah bongkar pasang (knock down) yang dipilih untuk menekan dampak gempa tak jauh berbeda dengan rumah penduduk Wilwatikta.
”Jadi itu seperti kerangka rumah (penduduk) era Majapahit yang dibangun tanpa menggunakan paku. Justru dengan teknik kuncian,” sebut ketua Gotrah Wilwatikta itu. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah