Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Teknologi Konstruksi Era Majapahit, Bangunan Tahan Gempa berkat Umpak

Fendy Hermansyah • Sabtu, 15 Juli 2023 | 12:10 WIB

BERAGAM: Umpak yang menjadi bagian dari struktur bangunan era Majapahit banyak didapati di sejumlah situs cagar budaya yang tersebar di Trowulan dan sekitarnya.
BERAGAM: Umpak yang menjadi bagian dari struktur bangunan era Majapahit banyak didapati di sejumlah situs cagar budaya yang tersebar di Trowulan dan sekitarnya.
TIDAK sedikit teknologi konstruksi dari masa Majapahit terus dikembangkan hingga era modern. Salah satunya adalah umpak. Landasan penyangga tiang atau pilar bangunan ini dipercaya efektif menahan gempa ketimbang jenis pondasi lainnya.

Pada masa klasik atau Hindu-Budha, umpak menjadi komponen konstruksi yang jamak digunakan kala itu. Terbukti, dari banyaknya temuan umpak kuno peninggalan Wilwatikta yang tersebar di wilayah kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan.

Umumnya, umpak terbuat dari batu atau susunan bata kuno yang dipendam ataupun diletakkan di atas permukaan tanah. Berbentuk kubus, ukurannya pun beragam. Mulai dari lebar sekitar 25 sentimeter (cm) dan tinggi 35 cm hingga lebih.

”Untuk umpak dari batu bata ini relatif jarang ya. Kebanyakan temuan umpak dari batu andesit karena punya ketahanan dan kekuatan yang lebih baik,” ujar pemerhati tinggalan budaya Majapahit, Anam Anis.

Walaupun, kala itu juga sudah dikenal dengan jenis pondasi lainnya. Menyesuaikan fungsinya, bentuk permukaan umpak juga beragam. Mulai dari permukaan cekung, lubang untuk slot, hingga datar. Hal itu menyesuaikan dengan model yang dirancang.

Namun begitu, dari kekuatan bahannya, kala itu umpak sebatas menjadi landasan bangunan sederhana. Pilar maupun dindingnya terbuat dari bahan kayu, papan maupun anyaman bambu.

”Itu merujuk pada bagunan rumah atau pemukiman penduduk biasa maupun pendopo. Karena kedua bangunan itu yang memang menggunakan bahan sederhana seperti kayu. Bukan bangunan istana atau rumah bangsawan,” terang Ketua Gotrah Wilwatikta ini.

Meski sederhana, umpak memiliki fungsi yang luar biasa. Selain melindungi pilar kayu dari kontak langsung dengan tanah, diyakini pondasi satu ini membuat bangunan di atasnya tahan gempa. Meski getarannya dalam taraf rendah atau sedang.

”Banyak peneliti maupun sumber yang menyebut bangunan berpondasi umpak ini tahan gempa. Karena umpak ini bisa mereduksi getaran. Salah satunya, umpak tidak menyangga di satu titik saja tapi tersebar banyak di penjuru bangunan,” urai Anam.

Manfaat umpak meminimalisir dampak bencana gempa tersebut disadari oleh peneliti dan pemerintah. Terbukti diterbitkannya Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Nomor 111/KPTS/CK/1993 tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Tahan Gempa pada tahun 1993 silam.

Umpak menjadi salah satu jenis pondasi yang direkomendasikan untuk mendirikan bangunan tahan gempa. ”Dan bahan bangunan ringan (kayu, papan, atau anyaman bambu) yang digunakan juga mempengaruhi minimnya dampak gempa itu sendiri,” tandasnya. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#bangunan #Majapahit #Berkat #kerajaan #tahan #sejarah #gempa #mojopedia #raja #umpak