’’Memang bangunan kuno di era Majapahit itu mengandalkan dua teknik. Teknik kosok dan campuran (dilepoh dengan tanah liat),’’ terang Kasub Unit Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) BPK Wilayah XI Jatim Tommy Raditya D. Namun begitu, belum diketahui pasti kapan teknik bata kosot tersebut mulai ditinggalkan masyarakat.
Justru, para arkeolog dan ahli purbakala mendapati temuan jika teknik bata kosot sudah diterapkan ratusan tahun sebelum Majapahit berdiri. Yang mengacu dari hasil kajian peneliti pada Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, yang dibangun sekitar tahun 861 Saka atau 939 Masehi. ’’Teknik bata kosot ini sudah digunakan jauh sebelum masa Majapahit. Salah satunya Candi Brahu itu yang angka tahunnya sebelum Majapahit,’’ ungkapnya.
Konstruksi di era Majapahit terdiri dari berbagai bahan utama. Mulai dari kayu, bata, hingga batu andesit. Menurut Tommy, untuk bahan bangunan, masyarakat kala itu tak bergantung pada satu sumber daya alam (SDA) saja. Artinya, tidak semua konstruksi terdiri dari bata kuno. Justru, masyarakat menyesuaikan dengan potensi SDM di wilayah tersebut.
’’Jadi yang dimanfaatkan untuk bahan bangunan ini tergantung sumber daya alam di wilayah tersebut. Seperti candi Majapahit yang pakai batu andesit, itu banyak di wilayah Blitar dan Kediri,’’ papar Tommy. Walau begitu, ditambahkannya, masa puncak teknologi pengolahan dan pemanfaatan tanah liat yakni di era berdirinya Majapahit. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah