Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Bakal Danai Ekskavasi Dua Situs Istana Majapahit

Fendy Hermansyah • Minggu, 30 April 2023 | 15:04 WIB
CAGAR BUDAYA: Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, salah satu situs cagar budaya yang bakal disentuh ekskavasi lanjutan tengah tahun nanti. (Martda Vadetya/JPRM)
CAGAR BUDAYA: Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, salah satu situs cagar budaya yang bakal disentuh ekskavasi lanjutan tengah tahun nanti. (Martda Vadetya/JPRM)
Penelitian Lanjutan, Dimulai Pertengahan Tahun

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto kembali melakukan ekskavasi lanjutan bagi situs cagar budaya di Bumi Majapahit. Upaya penyelamatan situs arkeologi tersebut menyasar Situs Bhre Kahuripan (Desa Klinterejo-Sooko) dan Situs Sumur Upas (Desa Sentonorejo-Trowulan).

”Rencananya, untuk (ekskavasi) Sumur Upas antara bulan Juni-Juli. Untuk (Situs) Bhre Kahuripan (Klinterejo) kita menyesuaikan jadwalnya BPK XI Jatim,” ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo. Namun begitu, dipastikannya ekskavasi tahap VI tersebut juga bakal digelar tengah tahun nanti. ”Kemungkinan (selang waktunya) tidak lama setelah ekskavasi Sumur Upas,” tambahnya.

Untuk ekskavasi lanjutan, kedua situs cagar budaya tersebut, lanjut Riedy, pemkab telah menyiapkan dana sekitar Rp 250 juta dari APBD tahun 2023. Di mana anggaran tersebut termasuk meliputi pembiayaan sewa lahan dan honor juru pelihara (jupel) Situs Gemekan dan Watesumpak. ”Jadi dari anggaran Rp 250 juta itu tidak sepenuhnya untuk ekskavasi saja. Tapi juga untuk bayar sewa lahan dan (honor) jupel itu,” bebernya.

Ditunjuknya, kedua situs tersebut untuk diekskavasi lebih lanjut bukan tanpa pertimbangan. Riedy menjelaskan, pemkab mempertimbangkan pentingnya nilai historis dan keberlanjutan ekskavasi beserta temuan yang ada sebelumnya. Situs Bhre Kahuripan atau Klinterejo misalnya, tim arkeolog dari BPK XI Jatim menemukan sisa struktur altar dan mandala berbentuk Surya Majapahit. Yang mengindikasikan kompleksitas situs arkeologis peninggalan era Raja Hayam Wuruk tersebut.

”Untuk situs Sumur Upas ini struktur di sisi kanan dan kirinya sudah ditemukan dan lahannya baru saja dibebaskan. Tapi di antara Umpak Songo dan Sumur ini kan masih belum diekskavasi. Untuk situs Bhre Kahuripan memang potensinya besar, di sini pemda sangat mendukung pengembangannya,” tukasnya. (vad/ron) Editor : Fendy Hermansyah
#istana majapahit #Majapahit #kota onde-onde #Mojopahit #Situs Majapahit #sekolah soekarno muda #trawas #pacet #mojokerto update #mojokerto hari ini #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #ekskavasi #mojokerto news #trowulan #onde-onde