Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Syahdunya Pendapa Agung Majapahit di Trowulan Mojokerto

Fendy Hermansyah • Sabtu, 4 Maret 2023 | 23:01 WIB
MEGAH: Halaman depan Pendapa Agung Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tampak megah di bagian depan terdapat patung Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit. (Fendy Hermansyah/JPRM)
MEGAH: Halaman depan Pendapa Agung Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tampak megah di bagian depan terdapat patung Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit. (Fendy Hermansyah/JPRM)
SENJA datang selepas gerimis di Pendapa Agung Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu pekan terakhir Febuari lalu. Seorang pengunjung bersila mengatupkan telapak tangan menghaturkan khusyuk di beringin besar. Bau dupa yang menyeruak, tatanan umpak andesit, patung Raden Wijaya dan Gajah Mada seolah membawa suasana zaman kerajaan kembali hadir.

Pendapa Agung merupakan bangunan pendapa bergaya joglo yang dibangun di area yang dipercaya sebagai bekas lokasi pendapa zaman Majapahit. Orang sekitar memberi nama Pendopo Agung. Kemendikbud Ristek RI menyebutnya situs Pendopo Agung lantaran temuan sejumlah umpak batu andesit berukuran besar.

Kini, telah berdiri pendapa dengan ukuran kurang lebih setengah lapangan sepak bola. Pendapa berbentuk joglo dengan empat pilar utama atau soko guru yang dikelilingi pilar-pilar lainnya. Pilar kayu tersebut berdiri di atas sejumlah umpak yang ditemukan di sekitar situs.

Menurut masyarakat setempat, keberadaan umpak besar menandakan kawasan itu pernah berdiri pendapa berukuran besar. Atau, diperkirakan pendapa keraton zaman Majapahit. Untuk memperkuat keyakinan itu, di bagian depan pendapa dibangun patung Raden Wijaya yang dikenal pendiri kerajaan Majapahit. Sampingnya terdapat patung Mahapatih Majapahit Gajah Mada.

Bagian belakang pendapa dihiasi relief prosesi pengucapan Sumpah Amukti Palapa oleh Gajah Mada era Raja Tribuana Tunggadewi. Relief dipasang di dinding tembok memanjang menghadap pendapa. Di situ, relief-relief dipasang seperti babakan cerita prosesi pengucapan sumpah yang dikenal sebagai upaya mempersatukan Nusantara.

Berdasar situs kemendikbud.go.id, pendopo didirikan 15 Desember 1966 yang diprakarsai Kolonel Sampurna. Sebelum dibangun pendopo, umpak andesit yang ditemukan berbentuk segi enam. Berdiri berjajar membujur arah barat ke timur sejumlah 26 buah. Sebanyak 16 umpak di antaranya dipakai sebagai umpak pilar pendapa yang sekarang berdiri.

Satu umpak digunakan sebagai sengkala berdirinya pendopo agung. Sedang, sisanya diletakkan di area belakang pendapa sebelah barat. Tiga di antara enam belas umpak yang dipakai untuk pendopo digunakan sebagai soko guru. Pada bagian belakang sebelah selatan dan barat terdapat batu segi enam yang dipercaya masyarakat dulunya sebagai tempat tali mengikat gajah. Kini, batu itu diberi area tersendiri dan diberi pondokan. Beberapa tempat dupa disediakan di sekitarnya. Bangunan pondokan bergaya Majapahitan dengan dinding batu bata ekspos.

Lebih belakang lagi terdapat area pemakaman yang disebut kubur panggung. Lantaran, posisinya lebih tinggi dibanding tanah di sekitarnya. Area itu pernah diteliti yang menyebutkan di bawah bangunan makam terdapat struktur bata bersilangan yang dipercaya bagian zaman kerajaan Majapahit.

Tempat Wisata Keluarga dan Religi

Area pendapa agung tersebut kini dilengkapi beberapa fasilitas. Mulai area taman dengan kandang rusa dan kolam ikan. Pengunjung yang datang bisa memberi makan rusa dan ikan dengan membeli pakan yang disediakan pengelola. Juga terdapat bale dan musala lengkap dengan fasilitas toilet.

Ada pula area permainan yang biasa ramai dikunjungi pada akhir pekan. Beberapa pedagang mainan dan permainan anak-anak menempati sisi selatan. Ada pula taman bunga yang cocok bagi pengunjung berfoto bersama keluarga.

Area pendapa yang luas bisa digunakan beristirahat sejenak. Juga melepas lelah karena suasana di dalamnya terbilang sejuk dan teduh. Biasanya wisatawan mengunjungi area pendapa agung ini dengan rombongan. Mereka menyantap makanan sambil istirahat di dalam pendapa.

Di sebelah lahan parkir depan pendapa, sebelah selatan terdapat food court. Di situ, terdapat sejumlah pedagang makanan minuman aneka ragam. Mulai makanan khas Trowulan yakni Sambel Wader hingga kuliner khas Jawa Timur lainnya. Pengunjung juga bisa menjajal pentol Trowulan yang banyak dijajakan di lokasi.

Bagi yang ingin berwisata religi juga bisa menggunakan beberapa area di pendapa agung. Sejumlah pengunjung biasa melakukan ritual atau berdoa di sekitar pendapa. Mulai patung Radeng Wijaya, Gajah Mada, Beringin Besar, hingga area belakang pendapa. Mereka biasa menyalakan dupa dan berdoa bersama.

Area pendapa agung terbilang cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana berbeda bersama keluarga. Mereka bisa menikmati suasana ala kerajaan Majapahit sembari bercengkrama dengan sanak famili. Sekaligus, belajar sejarah dari relief sejarah yang ada.

Untuk mencapai pendapa agung terbilang mudah. Dari Simpang empat Trowulan Jalan Raya Trowulan- Mojoagung, mengarah ke selatan sekitar 5 kilometer. Pendapa agung terdapat di sisi kanan jalan, menghadap timur. Tiket masuk ke area wisata itu terbilang terjangkau. Tiap pengunjung hanya ditarif Rp 4 ribu, sedang anak-anak cukup separonya. Parkir mobil hanya Rp 5 biru dan sepeda motor Rp 3 ribu. Lahan parkir cukup luas bisa menampung bis-bis besar.

Mengunjungi pendapa agung bakal merasakan suasana yang berbeda. Selain lanskap area yang bergaya Majapahitan dengan bata ekspos, lokasi tersebut seolah memancarkan aura masa silam yang khas. Pepohonan besar di sekitar turut membawa suasana sejuk, teduh, sekaligus syahdu. Praktis, pendapa agung di Trowulan cocok sebagai jujugan wisata bagi segala kalangan. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #agung #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #syahdu #kota onde-onde #pacet mojokerto #religi #trawas #pacet #wisata #kerajaan majapahit #sambel wader #wisata mojokerto #pendapa #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde