Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Zaman Majapahit, Anak-anak juga Bermain di Sela Belajar

Fendy Hermansyah • Sabtu, 25 Februari 2023 | 15:45 WIB
KUNO: Arca Hariti, koleksi Museum PIM BPK Wilayah XI Jatim, yang menggambarkan sosok makhluk mitologi Hindu-Buddha yang diyakini sebagai pelindung anak kala itu. (Martda Vadetya/JPRM)
KUNO: Arca Hariti, koleksi Museum PIM BPK Wilayah XI Jatim, yang menggambarkan sosok makhluk mitologi Hindu-Buddha yang diyakini sebagai pelindung anak kala itu. (Martda Vadetya/JPRM)
KESEHARIAN anak-anak pada masa Majapahit tak jauh berbeda dengan saat ini. Kala itu, anak-anak sudah dikenalkan dengan aspek pendidikan, agama, kesehatan hingga perannya dalam keluarga. Untuk bermain, mereka memanfaatkan waktu luang di sela-sela belajar dan aktivitas keseharian lainnya.

Menurut sejumlah sumber, dunia anak-anak kala itu tak jauh berbeda dengan saat ini. Lantaran usianya masih dini, bermain merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari anak-anak di era Majapahit. ”Konsepnya sama seperti sekarang ini. Mereka bermain di sela-sela waktu belajarnya,” ujar Kasub Unit Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya D.

Terlebih, bagi anak-anak pada masa Majapahit, bermain merupakan bagian dari dunia pendidikan. Sehingga, aktivitas bermain anak relatif sudah masif sebagaimana saat ini. ”Karena bermain juga bagian dari pendidikan. Namun, apakah mainan saat itu sudah diproduksi massal, itu perlu kajian lebih lanjut,” bebernya.

Photo
Photo
UNIK: Arca figurin yang wujudnya seperti boneka kuno dipajang di Museum PIM BPK Wilayah XI Jatim. (Martda Vadetya/JPRM)

Menurutnya, dunia pendidikan anak kala itu sudah relatif kompleks. Seperti saat ini, pendidikan terbagi menjadi pendidikan formal dan non formal. Bahkan, saat itu pendidikan sudah dibagi berdasarkan kelompok usia. Yakni, mulai usia 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, dan 16 tahun. ”Jadi sudah ada pembagian kelompok usia saat itu. Para guru punya cara mendidik yang berbeda dari setiap kelompok usianya,” beber Tommy.

Dunia pendidikan era Majapahit, juga sudah menerapkan sistem layaknya pondok pesantren. Para murid mendapat pembelajaran formal dari guru sekaligus pengetahuan berdasarkan pengalaman dengan tinggal di rumah guru mereka.

”Memang Di dalam kitab Sarasamuccaya disebutkan, selain mendapat pelajaran secara formal dari guru kulawesi dengan tinggal di rumah (guru), mereka juga belajar dari pengalaman. Ada istilah lain bagi penyebutan guru tersebut, yakni guru hawan yang mendidik pengetahuan dari pengalaman,” urainya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #zaman majapahit #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mainan #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde