Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pipisan dan Gandik, Alat Penghalus untuk Racik Obat dan Jamu Era Majapahit

Fendy Hermansyah • Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:41 WIB
KUNO: Pipisan dan gandik koleksi PIM yang sedianya digunakan untuk mengekstrak bahan jamu maupun obat pada era Majapahit.
KUNO: Pipisan dan gandik koleksi PIM yang sedianya digunakan untuk mengekstrak bahan jamu maupun obat pada era Majapahit.
PERADABAN era Kerajaan Majapahit meninggalkan berbagai benda kuno yang sarat manfaat bagi masyarakat saat itu. Di antaranya adalah pipisan dan gandik. Benda cagar budaya satu ini dulunya biasa digunakan untuk menghaluskan berbagai rempah untuk bahan jamu maupun obat luar (bobok).

Pipisan dan gandik merupakan dua benda berbeda. Namun penggunaannya, kedua benda dari batu andesit ini tidak bisa terpisah. Pipisan merupakan batu landasan, sedangkan gandik batu penggiling berbentuk silinder. ’’Pipisan dan gandik ini semuanya terbuat dari batu andesit. Tidak ada yang dari terakota atau gerabah,’’ terang Kasub Unit Koleksi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya D.

Berdasarkan bentuknya, sejauh ini terdapat tiga jenis pipisan peninggalan Majapahit. Yakni, berbentuk lingkaran, persegi panjang, maupun layaknya lumpang. Ukurannya bervariatif, mulai dari berdiamater sekitar 15 cm dengan tinggi sekitar 20 cm hingga panjang sekitar 40 cm dan lebar sekitar 20 cm. Lantaran bentuknya berbeda, cara penggunaannya pun tak sama. ’’Untuk pipisan dan gandik berbentuk seperti lumpang ini penggunaannya digerus, untuk yang lingkaran memutar, dan yang persegi panjang ini gandiknya digilingkan,’’ paparnya.

Terbuat dari batu, gesekan antara pipisan dan gandik dapat menghaluskan bahan organik seperti rempah di antaranya keduanya. ’’Jadi fungsinya untuk melumatkan bahan ramuan, jamu, atau bobok untuk obat luarnya. Karena masyarakat pada zaman itu mengobati penyakit dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya,’’ ungkap Tommy.

Menurutnya, penggunaan pipisan dan gandik hanya untuk menghaluskan bahan-bahan herbal untuk obat dan jamu. Sedangkan untuk menghaluskan bahan memasak sehari-hari, lanjut Tommy, masyarakat saat itu memanfaatkan alu dan lumpang. ’’Kebanyakan pipisan dan gandik ini digunakan untuk menghaluskan obat atau bahan jamu saja. Dan sampai saat ini, ada toko obat tradisional yang memanfaatkan alat seperti (pipisan dan gandik) ini,’’ ucapnya.

Sejauh ini, terdapat sekitar 20 pipisan dan gandik yang dipajang Museum Majapahit. Itu merupakan temuan peneliti kepurbakalaan Henry Maclaine Pont pada periode tahun 1924-1980 yang didapati tersebar di wilayah Trowulan. ’’Untuk temuan pipisan dan gandik ini sebenarnya banyak juga ditemukan di wilayah Jawa Timur lainnya, termasuk Jawa Tengah juga. Kalau diruntut, penggunaan pipisan dan gandik era Majapahit ini mewarisi era-era sebelumnya. Karena alat ini sudah ada di abad 9 Masehi,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #gandik #mojosains #Mojopahit #alat penghalus #pipisan #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde