Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Peninggalan Sejarah Majapahit Diusulkan Jadi Objek Wisata Budaya

Fendy Hermansyah • Rabu, 14 Desember 2022 | 17:27 WIB
MEGAH: Candi Wringinlawang terletak di Dusun Wringinlawang, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata sejarah tinggi.
MEGAH: Candi Wringinlawang terletak di Dusun Wringinlawang, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata sejarah tinggi.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Disburporapar Kabupaten Mojokerto mengusulkan tiga situs peninggalan bersejarah menjadi objek wisata budaya. Selain bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), pemda bisa melakukan pemeliharaan dan pengembangan secara maksimal.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito, pelestarian cagar budaya terus menjadi fokus pemda. Termasuk pemanfaatannya yang berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar peninggalan bersejarah. ’’Sebagai salah satu upaya pemanfaatannya, kami ajukan tiga candi untuk dikerjasamakan. Dikomersilkan untuk menjadi bagian dari objek wisata budaya dan sejarah kita,’’ ungkapnya, kemarin.

Tiga peninggalan sejarah itu adalah Candi Wringinlawang, di Dusun Wringinlawang, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Candi Gentong di Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan dan Situs Sumur Upas, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Ketiganya menjadi bagian bukti kebesaran Majapahit di Mojokerto ini mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Baik lokal ataupun mancanegara, karena menyimpan nilai sejarah tinggi. Hanya saja, usulan ini belum mendapatkan jawaban dari kementerian.

Kendati begitu, disbudporapar optimistis, jika itu nantinya menjadi salah satu wisata sejarah yang ada di Kabupaten Mojokerto akan banyak memberikan asas manfaat. Tak sekadar perekonomian, melainkan juga pemeliharaan benda cagar budaya yang dilakukan pemda tersebut bisa lebih optimal. ’’Artinya, adanya wisata ini, pertama bisa mengangkat ekonomi warga, membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, termasuk juga menyumbang PAD. Dan yang terpenting pemeliharaan yang kami lakukan bisa optimal,’’ jelasnya.

Dengan dilakukan perjanjian kerja sama, ke depan, bisa dilakukan pengembangan bersama. Sehingga hemat Norman, tiga benda cagar budaya yang menjadi peninggalan dan kekayaan sejarah ini tidak dibiarkan begitu saja. Selain diberi sentuhan pemeliharaan juga menjadi edukasi yang apik bagi genrrasi saat ini. ’’Potensi itu ada, pasti akan menjadi jujukan wisatawan, kan eman-eman kalau dibiarkan, harusnya kan bisa dikembangkan. Dan itu bagian dari pelestarian peninggalan bersejarah yang menjadi bukti kemegahan kerajaan Majapahit yang pernah ada di Mojokerto,’’ paparnya.

Apalagi, dari data yang ada, Candi Wringinlawang yang berupa gapura/gerbang tanpa atap yang berbahan batu bata merah ini dipercaya pintu masuk ke area penting kala Kerajaan Majapahit berkuasa. Wringinlawang memiliki dua gapura kembar setinggi 15,5 meter dengan bentuk persegi 13 x 11,5 meter. Di sekitar candi terdapat area taman yang luas yang bisa dimanfaatkan wisatawan menikmati pemandangan. Keindahan candi dapat terlihat dari arsitektur yang terjaga yang merupakan hasil pemugaran beberapa kali mulai zaman kolonial Belanda hingga orde baru.

Pun demikian dengan Candi Gentong. Candi yang terdiri dari dua kompleks percandian yang berada di sisi timur Candi Brahu. Struktur bangunan suci ini dinamakan gentong sebab saat sebelum dilakukan ekskavasi masyarakat melihat gundukan besar dan di tengahnya berlubang seperti bentuk gentong. Pun di sana pada zaman dahulu juga ditemukan banyak fragmen gentong.

Sedangkan, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa juga pernah melakukan prosesi pengambilan tanah dan air di Situs Kedaton-Sumur Upas. Tanah dan air tersebut bakal dibawa ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo pada seluruh gubernur dalam rangkaian pembangunan IKN. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #situs sumur upas #Majapahit #Mojopahit #kerajaan majapahit #wringinlawang #candi kedaton #situs kedaton #Kota Mojokerto #candi gentong #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde