Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Misteri Struktur Mirip Surya Majapahit di Situs Tribuana Klinterejo Mojokerto

Fendy Hermansyah • Jumat, 2 Desember 2022 | 15:07 WIB
BANGUNAN KUNO: Struktur bata kuno yang didapati arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim di bawah lapangan Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
BANGUNAN KUNO: Struktur bata kuno yang didapati arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim di bawah lapangan Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Mandala, Temuan Spektakuler Tim Ekskavasi

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Misteri struktur berbentuk menyerupai Surya Majapahit di Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, perlahan terkuak. Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim menduga, sisa bangunan menyerupai persegi delapan itu merupakan mandala. Salah bangunan yang digunakan umat hindu saat melakoni ritual keagamaan.

Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim M Ichwan menerangkan, struktur berdimensi 17x17 meter tersebut diduga kuat merupakan mandala. Salah satu bangunan dalam suatu kompleks candi bercorak agama Hindu. ”Kami menduga ini sebagai mandala, bangunan atau tempat untuk kegiatan religius. Namun selama ini belum ada referensinya. Denah dan referensi ini yang masih kami kaji lebih lanjut,” terangnya.

Struktur setebal dua lapis bata kuno yang mengeliling bagian cungkup Situs Klinterejo itu disinyalir sebagai tempat pertapaan. Hanya saja, tim ekskavasi masih belum bisa bicara banyak soal fungsi struktur di dalam kawasan. ”Untuk fungsi bangunan dari rangkaian sektor Bhre Kahuripan dan Klinterejo, kami masih belum bisa menduga lebih jauh. Karena kami juga masih mencari pola keruangannya,” sebutnya.

Meski begitu, lanjut Ichwan, ada sejumlah indikasi yang menandakan struktur tersebut sebagai mandala. Terutama, sudut segitiga yang jumlahnya mencapai delapan layaknya arah mata angin tersebut. ”Yang menandakan ini seperti mandala, sudut-sudut tadi yang mencerminkan penjuru mata angin. Karena dalam ajaran agama Hindu, setiap penjuru mata angin ada dewanya ya. Dewa mata angin seperti astadikpalaka,” ungkap Ichwan.

Tak sampai di situ, ekskavasi tahap V mendapati sejumlah temuan fragmen genting kuno yang terpendam di sekitar cungkup dan mandala Situs Klinterejo. Disinyalir, ada bangunan beratap yang menaungi struktur mandala sebelumnya.”Tapi bangunan mandala ini bisa juga terbuka (tanpa atap) seperti Mandala Kedewaguruan, itu di tempat yang sunyi. Biasanya itu di gunung atau hutan. Masih berhubungan dengan ritual dan kegiatan kegamaan. Namun, sejauh ini kami masih meraba-raba, seperti apa pola keruangan dan fungsi yang sesungguhnya,” paparnya.

Meski begitu, diakuinya, temuan struktur persegi delapan menyerupai Surya Majapahit tersebut merupakan salah satu temuan spektakuler di kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan . Sebab, baru kali ini para arkeolog mendapati temuan struktur berbentuk unik tersebut. ”Bisa dibilang ini temuan spektakuler ya. Karena memang baru satu-satunya di Indonesia. Jadi kami masih perlu melakukan kajian dan mencari referensinya,” tandas Ichwan. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #Situs Majapahit #kerajaan majapahit #situs klinterejo #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #BPK XI Jatim #trowulan #onde-onde