Staf Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM) Didik Hermawan menerangkan, kowi merupakan salah satu benda vital dalam proses metalurgi di era Majapahit. ”Fungsinya sebagai wadah saat melebur logam sebelum masuk cetakan. Meskipun terbuat dari tanah liat, tidak meleleh kalau terpapar panas sampai ribuan derajat celsius,” ungkapnya.
Ukuran wadah kuno yang dilengkapi cerat di salah satu sisinya ini bervariatif menyesuaikan peruntukannya. Mulai dari ukuran kecil dengan diameter 5 sentimeter, hingga berukuran sekitar 25 sentimeter. ”Untuk yang ukuran kecil biasanya digunakan melebur emas untuk perhiasan. Waktu itu (era Majapahit) perhiasan yang popular adalah cincin dan anting-anting,” sebutnya.
Meski terbuat dari tanah liat, lanjut Didik, wadah itu tidak pecah atau rusak meski terpanggang kobaran api untuk melebur logam. Justru, kowi memerah dan menyalurkan panas api pada benda di dalamnya. ”Ketika kena suhu panas ribuan derajat, malah merah mengalirkan panas. Tidak meleleh. Salah satu faktornya, mungkin karena tidak ada unsur logam di kowi itu sendiri. Jadi dia tidak ikut leleh atau pecah,” bebernya.
Pada masa itu, proses peleburan logam juga masih dilakukan secara sederhana. Yakni melalui pembakaran menggunakan tungku yang memanfaatkan api dari kayu dan arang. Dijelaskannya, teknologi sederhana itu merupakan hasil pengolahan tanah liat yang melalui proses panjang yang memakan waktu berhari-hari. Mulai dari tahapan pemilahan tanah liat hingga proses pembakaran.
”Secara umum, itu setelah melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemilahan tanah liat, proses aduk, cetak, pengeringan, hingga pembakaran. Karena prosesnya yang kompleks dan panjang membuat kowi ini jadi benda yang solid,” urai Didik. Terlebih, seni dan kerajinan terakota jadi salah satu sektor unggulan kerajaan Majapahit pada saat itu. Pemanfaatan tanah liat pun menghiasi arsitektur pemukiman hingga bangunan suci. ”Di era Majapahit, metalurgi dan kriya memang tengah berkembang,” tandasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah