Nilai histori dari tokoh bernama kecil Koesno inilah yang kini tengah dikembangkan Pemkot Mojokerto untuk dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya di Kelurahan Purwotengah. Dua sekolah Bung Karno itu, kini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan galeri Soekarno kecil.
Lurah Purwotengah M. Rifa’i mengungkapkan, SDN Purwotengah menjadi sekolah yang pernah jadi tempat menimba ilmu Soekarno. Lembaga pendidikan yang dulu dikenal sebagai sekolah Ongko Loro ini tepatnya berada di Jalan Taman Siswa, Nomor 16, Kota Mojokerto. ”Selain tetap difungsikan sebagai lembaga pendidikan, SDN Purwotengah kini juga dijadikan sebagai galeri Soekarno kecil,” terangnya.
Di lembaga pendidikan era kolonial tersebut, Putra Sang Fajar menempuh pendidikan selama kurun 1909-1912. Soekarno kemudian pindah ke Europe Lagere School (ELS) yang juga berada di Kelurahan Purwotengah.
Di sekolah yang kini menjadi SMPN 2 Mojokerto ini, Soekarno tercatat menamatkan pendidikan jenjang pendidikan dasar. ”Jadi, Kelurahan Purwotengah ini menyimpan banyak sejarah tentang masa kecil Soekarno,” tandas Rifai.
Di dua sekolah negeri ini, kini juga telah didirikan patung Koesno kecil. Tak hanya itu, selama di Mojokerto, Bung Karno bersama keluarganya juga tinggal di Kelurahan Purwotengah. Yakni dengan menyewa sebuah rumah di kawasan Jalan Residen Pamudji setelah pindah dari kontrakan sebelumnya di Jalan Gajah Mada.
Untuk mendukung program prioritas Wali Kota Ika Puspitasari, Rifa’i menyebut telah menggandeng keterlibatan masyarakat untuk mewujudkan Kelurahan Purwotengah sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Termasuk bersinergi dengan SDN Purwotengah dan SMPN 2 Mojokerto.
Rencananya, Kelurahan Purwotengah akan membuka rute wisata untuk menapaktilasi Soekarno kecil. Mulai dari tempat tinggal, sekolah, hinga lokasi-lokasi yang pernah menjadi tempat bermain Koesno. ”Jadi, kalau pengunjung yang datang ke Kelurahan Purwotengah tidak hanya bisa melihat sekolahnya saja, tapi juga bisa menyusuri jejak sejarah Soekarno selama tinggal di Kota Mojokerto,” tuturnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah