”Di sisi sekitar pendapa dan sisi barat area Situs Bhre Kahuripan kami menemukan pecahan genting di sekitar lokasi,” ungkap Ketua Tim Ekskavasi Tahap V, BPCB Jawa Timur, M. Ichwan, di lokasi.
Ekskavasi yang berlangsung sudah hampir sepekan itu menyentuh tiga titik. Di antaranya, lapangan bola, depan pendapa, dan sisi barat pendapa atau sekitar sungai.
Di sisi barat pendapa, temuan genting tampak tersebar. Ada yang ditemukan dalam kondisi pecah, ada pula yang masih tertanam di tanah. ”Artinya, kalau ada temuan-temuan genting di sana, maka di sekitar situs tersebut dapat diduga ada bangunan beratap,” tambah Ichwan.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, temuan genting yang masih tertanam itu berada di kotak gali sisi barat atau berdampingan dengan sungai. Genting-genting itu membentuk struktur tak beraturan. Sehingga, oleh tim ekskavasi, untuk sementara baru dilakukan pembersihan guna memunculkan karekter. Seperti menggunakan gancu dan sekop kecil.
”Nah, kalau yang di depan pendapa kami memang deposit genting, dan itu ditemukan di antara struktur memanjang arah selatan-utara,” imbuh Ichwan. Dari hasil ekskavasi, di ketiga titik ekskavasi memang memiliki kesinambungan bangunan.
Ichwan menuturkan, areal kompleks Situs Bhre Kahuripan yang dibangun Raja Hayam Wuruk untuk mendarmakan ibunya, Ratu Tribuana Tunggadewi, luasnya diperkiran mencapai 200 meter lebih.
Hal itu tampak dari galian yang disentuh tim ekskavasi saat ini. Atau dalam bentuk bangunan suci. ”Kami juga membuka kotak galian di sisi timur dari situs utama Bhre Kahuripan,” tandas dia.
Untuk temuan di lapangan, kata Ichwan, struktur yang ditemukan saat ini menyerupai pagar atau gapura memanjang timur ke barat. Panjangnya mencapai 20-an meter. ”Untuk kepastian fungsi dan bentuknya, ini kami masih terus mengejar,” papar dia.
Namun, dalam ekskavasi sementara, struktur tersebut diketahui menyambung dengan temuan serupa di sisi timur lapangan. Tepatnya di aliran irigasi persawahan.
Di samping itu, tim ekskavasi menemukan temuan-temuan lepas berharga. Seperti pecahan mangkuk keramik, besi berbentuk menyerupai gelas, logam mata uang kuno tak utuh, dan batu kecil mirip batu akik, berwarna merah.
”Ya, benda kecil seperti batu berwarna merah, itu seperti batu akik. Kita temukan sisi timur lapangan. Sedangkan, untuk besi ditemukan di titik galian sisi utara situs utama. Cuma apa fungsi dan manfaatnya masih kami teliti lagi,” pungkas dia.
Sedianya ekskavasi tahap V Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, ini akan berjalan hingga satu bulan ke depan. (dar/fen) Editor : Fendy Hermansyah