Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemandian Tirta Suam Sekar Putih, Sebagai Irigasi dan Sarana Rekreasi

Fendy Hermansyah • Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:53 WIB
KEBANGGAAN: Gelora A. Yani Kota Mojokerto yang kini menjadi markas dari Persem untuk melakoni laga kandang. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KEBANGGAAN: Gelora A. Yani Kota Mojokerto yang kini menjadi markas dari Persem untuk melakoni laga kandang. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
TERPANCARNYA air dari bekas sumur pengeboran di Sekar Putih membuat tanah di sekitarnya yang semula tadah hujan menjadi lahan basah. Sumber air itu pun kemudian dimanfaatkan warga untuk mengairi persawahan sepanjang musim.

Ayuhanafiq melanjutkan, gagalnya penambangan yodium rupanya membawa berkah bagi masyarakat di Sekar Putih dan sekitarnya. Sebab, warga menjadikannya sumber air untuk irigasi ke lahan persawahan mereka. ”Apalagi airnya dulu tidak pernah surut,” terangnya.

Sehingga, para petani bisa mengolah lahan meski saat musim kemarau. Kondisi tersebut, imbuh Yuhan, membuat salah satu perusahaan gula di Kota Mojokerto melirik lahan di Sekar Putih untuk ditanami tebu.

Adalah Pabrik Gula (PG) Sentanenlor yang kemudian melayangkan tawaran kepada para pemilik lahan agar mau menyewakan sawahnya. Meski telah mendapat persetujuan warga, namun upaya sewa lahan itu gagal terealisasi.

Photo
Photo
EKSPLORASI: Aktivitas pengeboran untuk mencari kandungan yodium dari dalam tanah di Sekar Putih, Kota Mojokerto di masa pemerintahan kolonial.

Penyebabnya, debit air masih dinilai terlalu kecil untuk bisa mengairi lahan tebu. Berdasarkan hail kajian, semburan air di Sekar Putih memiliki debit hanya 11 meter kubik per detik. ”Para pemilik lahan kemudian tetap menjadikan lahan mereka untuk bercocok tanam sepanjang tahun,” papar dia.

Bahkan, terpancarnya sumber air di Sekar Putih juga membawa dampak munculnya areal persawahan baru. Seiring berjalannya waktu, air mengandung belerang itu tak hanya dimanfaatkan sebagai sarana irigasi. Sekar Putih kemudian dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.
Sebab, kelurahan setempat menjadikannya sebagai kolam pemandian. Destinasi yang dinamakan Tirta Suam tersebut menjadi alternatif dari Pemandian Sekarsari yang memiliki air dengan suhu normal. Karena masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Padusan Air Panas Pacet yang berada di lereng Gunung Welirang.

Hanya saja, nasib keduanya kini berbeda. Seiring debit air yang semakin mengecil, keberadaan Pemandian Tirta Suam Sekar Putih kini sudah tenggelam. Lokasinya kini dijadikan gedung diklat. Sedangkan Pemandian Sekarsari telah direvitalisasi dengan konsep yang lebih modern. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#trita suam #mojopedia #sekar putih