Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Beralih Fungsi untuk Penanda Buka Puasa

Fendy Hermansyah • Kamis, 29 September 2022 | 13:13 WIB
TAK BERBEKAS: Simpang Jalan A. Yani dan Jalan Mojopahit yang dulu menjadi lokasi penempatan sirene untuk memberi tanda peringatan bahaya serangan udara. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
TAK BERBEKAS: Simpang Jalan A. Yani dan Jalan Mojopahit yang dulu menjadi lokasi penempatan sirene untuk memberi tanda peringatan bahaya serangan udara. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
MESKI dari hasil simulasi sirine dipastikan telah berfungsi, namun penyampaian peringatan dini masih harus dibantu dengan keterlibatan masyarakat. Karena jumlahnya hanya satu unit, maka tanda bahaya diteruskan dengan membunyikan alat yang menghasilakan suara.

Yuhan menyebutkan, untuk meneruskan peringatan tanda bahaya agar lebih luas, warga memanfaatkan alat tradisonal seperti kentongan. Selain itu, ada pula yang membunyikan lonceng besar yang terdapat di gereja. ’’Supaya warga yang tidak mendengar langsung suara sirene juga bisa menyelamatkan diri,’’ ujarnya.

Meski telah dipersiapkan dengan matang, namun wilayah Kota Mojokerto ternyata aman dari serangan udara Jepang. Yuhan menyebut, pasukan matahari terbit hanya menargetkan serangan di dekat Dam Mlirip. Akibatnya, sejumlah pesawat amfibi yang sedianya dipersiapkan untuk mengevakuasi warga kolonial tenggelam di Sungai Brantas.

Di masa kependudukan Jepang 1942-1945, keberadaan sirene masih tetap dipertahankan. Bahkan, hingga masa awal kemerdekaan perangkat pengeras suara itu masih difungsikan. Hanya saja, pemanfaatannya tak lagi untuk memberi peringatan bahaya, melainkan hanya digunakan di bulan Ramadan. ’’Sirine dibunyikan untuk menandakan waktu berbuka puasa,’’ imbuhnya.

Namun, karena kepentingan pembangunan, bangunan tiang sekaligus perangkat sirene saat ini telah hilang. Sistem peringatan dini untuk tanda bahaya itu dibongkar untuk pelebaran jalan kota. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#peringatan bahaya #sirene kota mojokerto