Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Eks Gedung Taman Siswa: Jadi Tempat Rapat Pergerakan dan Pendidikan

Fendy Hermansyah • Jumat, 12 Agustus 2022 | 00:44 WIB
TRANSPORTASI: Stasiun Mojokerto yang pada masa kolonial dimanfaatkan untuk mengirim penduduka untuk bermigrasi untuk bekerja di luar daerah.
TRANSPORTASI: Stasiun Mojokerto yang pada masa kolonial dimanfaatkan untuk mengirim penduduka untuk bermigrasi untuk bekerja di luar daerah.
SEBUAH bangunan tua di Jalan Letkol Sumardjo, Kelurahan Magersari, Kota Mojokerto menjadi saksi bisu gerakan kebangsaan di masa kolonial hingga jejak perkembangan pendidikan. Karena bangunan yang belum banyak perubahan dari bentuk aslinya itu juga disinggahi sejumlah tokoh besar.

Sejarawan Ayuhanafiq mengungkapkan, di masa pra kemerdekaan, gedung di Jalan Letkol Sumarjo tersebut pernah dijadikan sebagai tempat kegiatan organisasi pergerakan. Bangunan bergaya kolonial menjadi menggelar rapat terbuka. ”Beberapa tokoh pergerakan hadir langsung untuk berorasi,” terangnya.

Disebutkan Yuhan –sapaan akrab Ayuhanafiq-, dr Soetomo menjadi salah satu yang pernah menapakkan kaki di gedung tua tersebut. Menurutnya, kehadiran tokoh pendiri organisasi pergerakan pertama Budi Utomo itu dalam rangka mengadiri kegiatan vergadeering atau rapat terbuka pada 7 September 1930.

Saat itu, kata dia, dr Soetomo menjadi pembicara utama yang dihadiri sejumlah orang yang terbagung dalam pergerakan di Mojokerto. ”Agenda itu dihadiri banyak warga hingga tumpah ke jalan,” tandasnya.

Maklum, kehadiran tokoh nasional yang saat ini diabadikan sebagai salah satu nama rumah sakit di Kota Pahlawan itu telah dinanti-nanti masyarakat di Mojokerto. Terlebih, kabar kedatangan dr Soetomo sebelumnya juga telah tersebar luas melalui pemflet dan makin meluas dari kabar mulut ke mulut.

Selain itu, sebut Yuhan, Ki Hajar Dewantara juga sempat melakukan orasi yang tidak jauh dari Rumah Dinas Burgemeester atau Wali Kota Mojokerto era kolonial di Jalan Hayam Wuruk. Dimungkinan, kehadiran pendiri Perguruan Taman Siswa ini yang kemudian membuat gedung itu juga sempat dimanfaatkan sebagai sekolah pribumi.

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini menyebut, lembaga pendidikan jenjang sekolah dasar itu bernama Hollandsch Inlandsche School (HIS) Partikelir yang trafiliasi dengan Perguruan Taman Siswa. ”Sekolah dasar Taman Siswa menjadi salah satu lembaga yang menampung anak-anak pribumi untuk menempuh pendidikan,” imbuhnya.

Namun, setelah penyerahan kedualatan kemerdekaan RI, gedung tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan pendidikan. Karena pada tahun 1950, Taman Siswa Mojokerto membangun gedung sekolah baru di Purwotengah. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #eks gedung taman siswa #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #mojopedia #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde