JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Temuan sejumlah beras dan gabah di kompleks Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, tengah ditangani tenaga ahli BPCB Jawa Timur. Namun, temuan yang disinyalir sebagai beras kuno itu kemungkinan besar tidak terkategori sebagai objek cagar budaya.
Arkeolog BPCB Jatim sekaligus Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, sampel beras berwarna hitam tersebut sudah di tangan BPCB Jatim. Para arkeolog telah mengamati sampel beras tersebut. Hanya saja, beras yang diyakini berjenis Sukonande itu kemungkinan besar tidak tergolong sebagai benda cagar budaya maupun temuan kuno.
’’Setelah diamati secara fisik dan kasat mata, tidak memungkinkan kalau itu dari masa kerajaan Majapahit. Kami asumsikan beras yang ditemukan terpendam itu merupakan bagian dari tradisi memendam sesaji yang masih dilakukan petani dan pelaku budaya sampai saat ini,’’ ungkapnya.
Ada sejumlah hal yang melatar belakangi hipotesis tersebut. Utamanya, biji beras dan gabah yang ditemukan tanpa media penutup atau langsung bersentuhan dengan tanah. Seperti diketahui, bahan organik layaknya beras mudah terurai dengan tanah. ’’Kecuali itu cemented (tersemenkan) ya, masih masuk akal. Baik cemented di cairan logam, getah, atau media lainnya. Kalau terekspose (tanpa media atau wadah) dan itu organik, untuk menciptakan fosil itu kemungkinannya sangat kecil,’’ urainya.
Artinya, asumsi beras yang ditemukan di timur kompleks Situs Kumitir itu sebagai temuan kuno terpatahkan. Lebih lanjut, biji tanaman tersebut juga pernah didapati tim ekskavasi saat mengungkap dinding timur situs. ’’Kami temukan tembikar yang isinya ada beberapa hasil bumi. Ternyata itu tradisi memendam sesaji,’’ sebut Wicak, sapaannya.
Dikatakannya, tradisi masyarakat itu mulai marak sejak medio 1960-an. Sehingga, kemungkinan besar BPCB Jatim tidak melanjutkan pengamatan ke tahap uji laboratorium. ’’Uji lab itu kan untuk carbon dating ya. Kalau pengamatan dan perhitungan sudah tidak masuk, buat apa mengeluarkan biaya mahal untuk uji lab? Bahan organik yang terekspose terpendam tanah tidak mungkin bertahan (utuh) selama 729 tahun,’’ tandasnya.
Sebelumnya, Juru Pelihara (jupel) Situs Kumitir Abdul Kholiq menerima laporan jika Kojin, salah seorang pengrajin bata menemukan sejumlah beras yang diduga kuno. Lokasi penemuan sekitar 50 meter di sisi timur talud Situs Kumitir. Beras berwarna hitam bak arang itu ditemukan terpendam 1,5 meter dibawah tanah tanpa media penutup. Jumlahnya ditaksir mencapai 5 kg. Beras yang disinyalir jenis Sukonande itu konon merupakan penganan para petinggi Kerajaan Majapahit. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah