Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Diduduki sebagai Pos Pertahanan Belanda

Fendy Hermansyah • Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB
PENGHUBUNG UTAMA: Jembatan Brangkal yang berada tak jauh dari Masjid Al-Ichsan yang menjadi jalan arteri Mojokerto-Jombang.
PENGHUBUNG UTAMA: Jembatan Brangkal yang berada tak jauh dari Masjid Al-Ichsan yang menjadi jalan arteri Mojokerto-Jombang.
SEMENTARA itu, kondisi berbalik terjadi ketika tentara Belanda kembali menguasai Mojokerto pada Maret 1947. Masjid Al-Ichsan Brangkal diambil alih dan dijadikan markas komando pasukan Nederlandsch-Indische Civiele Administratie (NICA).

Ayuhanafiq mengatakan, saat menduduki Mojokerto, serdadu kolonial mendirikan pos pertahanan di jembatan Brangkal. Melalui pos tersebut, NICA mengontrol penuh lalu lintas dari arah Jombang yang menjadi wilayah kekuasaan pejuang RI.

Menurutnya, didirikannya pos pertahanan di jembatan Brangal tersebut bertujuan mengantisipasi masuknya pejuang ke wilayah Kota Mojokerto yang notabene telah diduduki Belanda. ”Di depan Majid Al-Ichsan, Belanda juga menyiagakan kendaraan tempur tank dan panser,” imbuhnya.
Sebelum kedatangan Belanda, Masjid Al-Ichsan yang berada satu dengan pondok pesantren asuhan Kiai Ichsan sudah lebih dulu ditinggal mengungsi. Kondisi masjid yang kosong itu kemudian dijadikan sebagai markas pos pertahanan NICA.

Para pejuang sempat berusaha merebut kembali bekas markas Laskar Hizbullah Kecamatan Sooko itu. Yaitu dengan melakukan penyerangan terhadap pos pertahanan Brangkal. Namun, benteng dari serdadu kolonial itu gagal tertembus. ”Kompleks masjid dan pesantren Kiai Ichsan akhirnya bisa kembali dikuasai pejuang setelah Belanda angkat kaki dari Mojokerto di akhir tahun 1949,” pungkasnya. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pejuang mojokerto #jembatan brangkal #perjuangan kemerdekaan #jembatan brangkal mojokerto #jejak perjuangan