Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gerakan Sosial LSM Bank Sampah Dahlia

Fendy Hermansyah • 2025-01-06 14:30:00
Oleh : Imelda Bintang Rahma Ningtias*)
Oleh : Imelda Bintang Rahma Ningtias*)

DESA Giripurno, khususnya Dusun Kedung, telah mengembangkan program Bank Sampah yang berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri. Inisiatif ini dimulai pada tahun 2019 dan bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang. Program ini dikelola oleh Bank Sampah Dahlia, yang merupakan satu-satunya bank sampah di Kota Batu dengan sistem manajemen yang terorganisir.

Salah satu kegiatan yang menonjol adalah pameran daur ulang yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, di mana Bank Sampah Dahlia berpartisipasi dengan menampilkan berbagai kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas. Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Struktur organisasi Bank Sampah terdiri dari pengurus yang melibatkan warga setempat, termasuk kelompok perempuan yang berperan sebagai petugas sukarelawan. Mereka bertanggung jawab dalam operasional sehari-hari, mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga pengolahan sampah yang telah dipilah. Program Bank Sampah di Desa Giripurno, khususnya di Dusun Kedung, memberikan manfaat dan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Pertama, program ini membantu mengurangi penumpukan sampah di pemukiman, yang merupakan masalah lingkungan yang sering dihadapi.

Kedua, Bank Sampah Dahlia juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Setiap warga yang menyetor sampah akan menerima uang dari hasil penjualan sampah tersebut, yang dihitung berdasarkan berat dan jenis sampah yang disetorkan. Selain itu, program ini berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang baik. Melalui pelatihan dan sosialisasi, warga belajar untuk lebih peduli terhadap ingkungan mereka dan memahami nilai ekonomis dari sampah.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik masih perlu ditingkatkan. Meskipun ada antusiasme dari beberapa warga, banyak yang belum sepenuhnya memahami manfaat dari program ini, sehingga partisipasi dalam penyetoran sampah tidak optimal. Hal ini diperburuk oleh keterbatasan tenaga kerja yang terlatih dalam pengelolaan sampah, sehingga pengumpulan dan pemilahan sampah sering kali tidak berjalan dengan efisien.

Bank sampah merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mengelola sampah dengan cara yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dalam Teori Gerakan Sosial Charles Tilly dan Alberto Melucci (sosiolog modern) hal ini Bank Sampah merupakan sebuah bentuk inovasi sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk menciptakan dampak yang lebih luas terhadap masalah lingkungan dan menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, mencegah pencemaran lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan dan daur ulang sampah.

Beberapa produk daur ulang yang dihasilkan oleh LSM Bank Sampah Dahlia yaitu : Gantungan kunci yang erbuat dari tutup botol plastik yang dipadukan dengan kain perca. Gelas hias yang terbuat dari kaleng bekas, seperti kaleng susu yang dihias untuk barang dekoratif. Anyaman menggunakan kertas koran yang dianyam menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ecobriks, produk yang dihasilkan dari plastik residu dan botol PET, digunakan sebagai bahan banguan ramah lingkungan. Juga, pot bunga dari pampers bekas yang dicuci bersih dan di daur ulang dipadukan dengan semen. (*)

*) Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Hendra Junaedi
#gerakan sosial #opini #bank sampah