Hari Desa dan Warisan Mojokerto

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:38 WIB
Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc, M.E.I, Staf Khusus Menteri Desa Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan.
Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc, M.E.I, Staf Khusus Menteri Desa Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan.

Oleh : Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I.
Staf Khusus Menteri Desa & PDT 

TERPILIHNYA Kabupaten Mojokerto sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2027 bukan sekadar kehormatan. Momentum ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa desa-desa di Bumi Majapahit tidak hanya memiliki sejarah besar, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk membangun masa depan.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai mematangkan berbagai persiapan. Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung sejak November 2026 dan mencapai puncaknya pada Januari 2027. Pameran UMKM, pasar murah, pelayanan publik, hingga pesta rakyat disiapkan untuk menyambut masyarakat dari berbagai daerah.

Menjadi tuan rumah peringatan Hari Desa 2027 harus menjadi peluang memperkenalkan wajah desa Mojokerto secara utuh. Bukan hanya seremoni dan pesta, tetapi juga produk UMKM, pertanian, wisata, budaya, pendidikan, kepemudaan, ekonomi kreatif, hingga olahraga. Sebab, keberhasilan sebuah momentum nasional tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari legacy yang ditinggalkannya.

Potensi olahraga desa, misalnya, selama ini belum banyak dibaca sebagai bagian dari pembangunan ekonomi lokal. Padahal Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, memiliki Long Storage Kalimati yang memanfaatkan aliran air Brantas. Kawasan ini pernah menjadi venue olahraga dayung dan renang akuatik pada Porprov Jatim VIII 2023. Atlet dayung juga memanfaatkannya sebagai lokasi latihan.

Aktivitas olahraga yang memanfaatkan sarana olahraga desa tidak berhenti pada urusan prestasi. Ketika sebuah desa menjadi tempat latihan atau penyelenggaraan kompetisi, muncul kebutuhan terhadap penginapan, kuliner, transportasi, jasa, hingga produk UMKM. Saat Porprov 2023, rumah-rumah warga Kwatu bahkan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal para atlet.

Olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa. Jika momentum Hari Desa Nasional 2027 juga menghadirkan festival olahraga desa. Long Storage Kalimati dapat menjadi salah satu etalasenya. Kompetisi dayung, festival olahraga air, kegiatan kepemudaan, dan berbagai aktivitas masyarakat dapat dikemas bersama UMKM serta potensi wisata desa.

Gagasan ini sejalan dengan semangat membangun desa yang semakin mandiri. BUMDes dapat mengambil peran dalam mengelola potensi dan jasa desa. Kopdes Merah Putih dapat memperkuat agregasi dan distribusi ekonomi masyarakat. UMKM menjadi penggerak produksi, sementara pemuda desa menjadi motor kreativitas, teknologi, dan promosi digital.

Dengan ekosistem seperti itu, Hari Desa Nasional tidak berhenti menjadi pesta. Ia menjadi momentum memperkenalkan model pembangunan desa yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi dan sosial.
Mojokerto memiliki sejarah Majapahit yang besar. Namun sejarah tidak cukup untuk membangun masa depan. Warisan terbaik Mojokerto justru harus berupa desa-desa yang semakin mandiri, produktif, kreatif, sehat, dan mampu melahirkan generasi unggul.

Dari Kwatu kita belajar bahwa air dapat menjadi ruang olahraga. Dari olahraga kita belajar bahwa prestasi dapat menggerakkan ekonomi. Dan dari desa kita belajar bahwa potensi yang sederhana, ketika dikelola dengan kolaborasi, dapat menghasilkan dampak yang besar.

Karena itu, ketika Indonesia datang ke Mojokerto pada Hari Desa Nasional 2027,  tentu bukan hanya sebuah pesta, lebih dari itu ada sebuah gagasan besar yang bisa muncul dari Kabupaten Mojokerto tentang masa depan desa. Desa terdepan bukan desa yang paling ramai dirayakan, tetapi desa yang paling mampu mengubah potensinya menjadi masa depan.

Kabupaten Mojokerto sesungguhnya memiliki alasan kuat untuk optimistis. Desa-desa di daerah ini tidak kekurangan potensi, kreativitas, maupun sumber daya manusia. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melihat potensi tersebut dengan cara baru, mempertemukan berbagai kekuatan, dan mengelolanya secara berkelanjutan. Hari Desa Nasional 2027 dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme itu: bahwa desa bukan sekadar tempat berlangsungnya pembangunan, tetapi ruang lahirnya inovasi, prestasi, dan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dari desa-desa Mojokerto, kita dapat membangun keyakinan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya tumbuh di pusat-pusat kota, tetapi juga sedang tumbuh dari desa.

Akhirnya, menjadi tuan rumah Hari Desa Nasional bukan sekadar kehormatan bagi Mojokerto. Momentum itu harus menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa desa-desa di Bumi Majapahit mampu melahirkan model pembangunan yang dapat direplikasi secara nasional. (*) 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
gus afif mojokerto gus afif zamroni hari desa nasional 2027