Oleh: Marta Shaliha Waluyo, Nurma Ica Aulia Awahita Paramesti, Rofi'atul Adafiyah, Dwi Nur Susana, Hanun Syayidah Aisyah, dan Amira Mazaya, siswa 12 Social Class MA Nurul Islam. Pembimbing: Novi Herlina, S.Pd
BANK dan lembaga keuangan berperan penting dalam mengelola dan menyalurkan dana masyarakat. Pemahaman tentang perbankan juga perlu dikenalkan kepada peserta didik melalui pembelajaran praktis agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan. Salah satu bentuk pembelajaran praktis tersebut adalah keberadaan mini bank. Mini bank merupakan unit kegiatan yang meniru sistem kerja lembaga perbankan dalam skala terbatas dan memiliki tujuan edukatif. Keberadaan mini bank dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengenal kegiatan operasional perbankan, seperti menabung, pencatatan transaksi, pelayanan nasabah, serta pengelolaan keuangan. Selain meningkatkan pemahaman mengenai perbankan, mini bank juga dapat membantu membentuk kebiasaan menabung dan meningkatkan literasi keuangan peserta didik. Konsep tersebut kemudian diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam melalui unit usaha yang dikenal sebagai Nuris School Banking.
Nuris School Banking berperan dalam membantu pengelolaan keuangan santri dan wali santri melalui berbagai layanan, seperti penyimpanan uang, penyetoran, penarikan, dan pencatatan transaksi. Keberadaan layanan tersebut memberikan kemudahan bagi santri dalam mengelola uang saku sekaligus mengurangi risiko kehilangan atau penggunaan uang secara berlebihan. Bagi lingkungan pesantren, Nuris School Banking tidak hanya berfungsi sebagai unit layanan keuangan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran mengenai pengelolaan keuangan secara sederhana. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja Nuris School Banking serta mengetahui manfaat layanan tersebut bagi santri putri kelas 11 MA 1 Nurul Islam II Pungging Mojokerto.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada santri putri kelas 11 MA 1 serta ustaz atau ustazah yang terlibat dalam pengelolaan Nuris School Banking. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur agar peneliti dapat memperoleh informasi mengenai pengalaman santri dalam menggunakan layanan, bentuk pelayanan yang diberikan, manfaat yang dirasakan, serta kendala yang muncul selama proses transaksi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses transkripsi, reduksi data, penyajian data secara deskriptif, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan Nuris School Banking memberikan manfaat yang cukup besar bagi santri putri kelas 11 MA 1 dalam mengelola keuangan sehari-hari. Layanan tersebut membantu santri menjadi lebih disiplin dalam menyimpan dan menggunakan uang saku. Santri dapat menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung sehingga tidak seluruh uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung membentuk sikap hemat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Selain memberikan kemudahan dalam menyimpan uang, Nuris School Banking juga menjadi sarana pembelajaran praktik keuangan bagi santri. Melalui kegiatan penyetoran, penarikan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan tabungan, santri memperoleh pengalaman mengenai pentingnya administrasi keuangan yang tertib. Pengalaman tersebut dapat meningkatkan pemahaman santri mengenai literasi keuangan dan membantu mereka mengenali cara mengelola pemasukan serta pengeluaran secara lebih bijaksana. Dengan demikian, fungsi Nuris School Banking tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keuangan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dalam membentuk kebiasaan finansial yang baik.
Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian santri merasa lebih aman ketika menyimpan uang melalui Nuris School Banking dibandingkan membawa uang dalam jumlah banyak. Sistem penyimpanan tersebut membantu mengurangi kemungkinan uang hilang atau digunakan tanpa perencanaan. Santri juga lebih mudah mengontrol pengeluaran karena uang yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan Nuris School Banking memberikan dampak positif terhadap kemampuan santri dalam mengendalikan penggunaan uang saku.
Meskipun memberikan berbagai manfaat, pelaksanaan Nuris School Banking masih memiliki beberapa kendala. Kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu pelayanan, antrean ketika banyak santri melakukan transaksi secara bersamaan, serta fasilitas pelayanan yang masih dapat dikembangkan. Kendala tersebut tidak menghilangkan manfaat utama yang dirasakan oleh santri, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pengelola dapat mempertimbangkan penambahan jadwal pelayanan, perbaikan sistem administrasi, digitalisasi pencatatan sederhana, serta penyediaan fasilitas yang lebih memadai agar proses transaksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Jika dikaitkan dengan teori kinerja organisasi Richard et al. (2009), kinerja organisasi dapat dilihat dari kemampuan mencapai tujuan, menjalankan kegiatan secara efektif, memberikan manfaat, dan menjaga keberlangsungan kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian, Nuris School Banking menunjukkan kinerja yang cukup baik karena mampu memberikan pelayanan keuangan sekaligus manfaat edukatif bagi santri. Kelancaran transaksi, kemudahan penyimpanan uang, serta terbentuknya kebiasaan menabung menjadi indikator positif dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, Nuris School Banking berperan penting dalam mendukung pengelolaan keuangan santri putri kelas 11 MA 1 Nurul Islam II Pungging Mojokerto serta meningkatkan literasi keuangan, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Agar kinerjanya semakin optimal, diperlukan peningkatan pelayanan, pencatatan yang sistematis, digitalisasi sederhana, sosialisasi pentingnya menabung, dan fasilitas yang memadai sehingga dapat terus menjadi layanan sekaligus sarana pembelajaran keuangan yang efektif di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam. (*)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto