DALAM rangka mewujudkan sinergi akademis dan praktis, Dara Anindya Putri U. dan Achmad Nuril Huda, mahasiswa dari program studi Magister Management terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi sebuah UMKM kue kering rumahan yang tengah berjuang berkembang dengan dibimbing langsung oleh dosen Universitas Negeri Malang yaitu, Dr. Agus Hermawan, Grad.Dip.Mt, M.Si, Mbus dan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. Usaha kecil ini, yang bermula dari dapur sederhana dan mimpi besar sang pemilik, menunjukkan gairah yang kuat namun terhambat oleh keterbatasan tenaga, waktu, dan peralatan. Setiap toples kue yang terjual merupakan perpaduan antara harapan dan kerja keras, namun di balik itu tersimpan tekanan ketika pesanan membludak tanpa kapasitas yang memadai.
Pada kunjungan pertama, Dara dan Huda mendapati sebuah dapur sederhana yang menjadi pusat aktivitas usaha. Pemilik UMKM menyambut keduanya dengan keramahan yang hangat, sembari menunjukkan proses produksi kue yang sedang berlangsung. Suasana dapur tersebut menggambarkan kehidupan usaha yang penuh kesibukan: beberapa loyang baru saja keluar dari oven, adonan berikutnya sudah menunggu untuk dibentuk, sementara bahan baku tertata dalam wadah-wadah yang mudah dijangkau.
Namun dari pengamatan awal, terlihat jelas bahwa usaha ini menghadapi beberapa tantangan operasional. Produksi dilakukan sepenuhnya oleh pemilik dan suaminya tanpa dukungan tenaga tambahan. Ketika pesanan meningkat, terutama menjelang momen perayaan, beban kerja sering kali meningkat secara signifikan. Selain itu, belum adanya alur produksi yang terdokumentasi menyebabkan proses kerja berjalan berdasarkan kebiasaan harian.
Di bidang pemasaran, Dara dan Huda menemukan bahwa promosi yang dilakukan masih bersifat sederhana. Media sosial digunakan sebatas sebagai sarana mengunggah foto produk tanpa strategi konten yang jelas. Sementara itu, potensi pasar yang lebih luas belum tergarap karena usaha belum memanfaatkan fitur-fitur pemasaran digital yang tersedia secara optimal. Kondisi ini menjadi salah satu fokus pendampingan, mengingat pemasaran digital memiliki peran penting dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing sebuah UMKM di era saat ini.
Selain tantangan produksi dan pemasaran, pencatatan keuangan juga menjadi area yang perlu diperbaiki. Pemilik UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran secara manual dan tidak melakukan analisis biaya secara mendalam.
Melalui dialog yang intensif dengan pemilik, Dara dan Huda menyusun rencana pendampingan yang berfokus pada tiga aspek utama: peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi pemasaran digital, dan perbaikan manajemen keuangan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, memastikan pemilik memahami setiap perubahan dan mampu menerapkannya secara berkelanjutan.
Pada aspek produksi, langkah pertama yang dilakukan adalah membuat standar operasional sederhana. Dokumen ini merangkum alur kerja mulai dari persiapan bahan baku, proses pencampuran adonan, pemanggangan, hingga pengemasan. Dengan adanya panduan ini, pemilik memiliki acuan yang jelas sehingga proses produksi dapat berjalan lebih rapi dan konsisten.
Di sisi pemasaran, Dara dan Huda memperkenalkan teknik dasar pengambilan foto produk dan penyusunan konten yang lebih informatif. Mereka membantu pemilik membuat katalog digital yang menampilkan varian produk dengan tampilan profesional. Selain itu, strategi seperti penggunaan tagar relevan, penjadwalan unggahan, dan penyusunan narasi singkat tentang produk diterapkan untuk meningkatkan jangkauan. Hasilnya mulai terlihat ketika interaksi di media sosial meningkat dan beberapa pelanggan baru mulai melakukan pemesanan.
Sementara itu, pada bidang keuangan, pencatatan manual mulai dialihkan ke format digital menggunakan spreadsheet sederhana. Pemilik diajarkan cara memasukkan data biaya bahan baku, menghitung biaya produksi per toples, serta menentukan harga jual yang memberikan margin keuntungan yang sehat. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, pemilik dapat melihat arus kas secara lebih jelas dan memahami posisi keuangan usaha secara keseluruhan.
Selama proses pendampingan, terlihat perubahan positif pada cara pemilik mengelola usahanya. Ia menjadi lebih teratur dalam menjalankan produksi, lebih percaya diri dalam mempromosikan produk, dan lebih paham dalam mengatur keuangan. Pendampingan ini menjadi bukti bahwa intervensi sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan perubahan signifikan bagi UMKM yang memiliki kemauan kuat untuk berkembang.
Bagi Dara dan Huda, pengalaman pendampingan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teori manajemen diterapkan dalam dunia nyata. Mereka belajar bahwa penerapan konsep manajemen tidak selalu berjalan mulus dan membutuhkan penyesuaian dengan konteks usaha. Pendampingan ini menjadi ruang bagi keduanya untuk mengasah kemampuan analitis sekaligus kemampuan interpersonal.
Pada akhir pendampingan, pemilik menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan. Ia merasa lebih siap menghadapi tantangan usaha dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah-langkah pengembangan ke depan. Bagi Dara dan Huda, pendampingan ini bukan hanya capaian akademik, tetapi juga pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mereka tentang dinamika UMKM.
Pendampingan ini menjadi contoh nyata bahwa UMKM dapat menjadi ruang belajar penting bagi mahasiswa manajemen untuk memahami penerapan ilmu secara praktis. Selain memberikan manfaat kepada pelaku usaha, kegiatan ini juga memperkuat peran kampus dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi lokal. (*)
*) Mahasiswa Program Studi Magister Management
Universitas Negeri Malang
Editor : Hendra Junaedi