Sejak berdiri pada tahun 2019, Warung Kopi Bondan di Kecamatan Tarik terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing usahanya. Melalui program Pengembangan Kawasan Manajerial dari Universitas Negeri Malang, warung ini mendapat pendampingan untuk memperkuat sistem manajemen, memperluas akses digital, serta meningkatkan profesionalitas pengelolaan usaha kecil di tingkat lokal.
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan efektivitas usaha dan penerapan teknologi sederhana yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8: Decent Work and Economic Growth, yang menekankan pentingnya pengembangan ekonomi inklusif dan kesempatan kerja yang layak melalui pemberdayaan usaha mikro.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran nontunai. Inovasi ini memudahkan pelanggan dalam bertransaksi sekaligus membantu pemilik warung melakukan pencatatan penjualan yang lebih tertata dan efisien.
Selain digitalisasi pembayaran, Warung Kopi Bondan kini juga menerapkan pembukuan keuangan keluar-masuk uang secara rutin untuk memastikan arus kas terpantau dengan baik. Dari segi tampilan, dilakukan pembaruan penerangan dengan lampu yang lebih terang serta pemasangan banner identitas usaha agar warung lebih menarik dan mudah dikenali masyarakat. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, dilakukan pula penambahan pin lokasi di Google Maps, sehingga pelanggan dapat menemukan lokasi warung dengan lebih mudah.
Pemilik Warung Kopi Bondan menyampaikan serangkaian pembaruan ini berdampak positif terhadap kegiatan usahanya. Pihaknya mengaku sekarang pelanggan lebih mudah menemukan lokasi warung, suasananya lebih nyaman, dan pencatatan keuangan jadi jauh lebih rapi.
Dosen pembimbing kegiatan, Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., menilai pendampingan semacam ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu manajerial secara langsung di masyarakat. Beliau menekankan pentingnya kontribusi aktif mahasiswa dalam membantu UMKM tumbuh, baik melalui pelatihan pengelolaan usaha, pendampingan administratif, maupun penerapan inovasi digital seperti penggunaan QRIS, pencatatan keuangan yang sistematis, serta optimalisasi kehadiran usaha melalui Google Maps agar kegiatan bisnis menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Agus Hermawan, Grad.Dip.Mgt, M.Si, M.Bus, selaku dosen pembimbing kedua, menyoroti pentingnya kesinambungan kegiatan pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang. Beliau menilai keterlibatan mahasiswa dalam program ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga sarana pembelajaran sosial yang mendorong mahasiswa memahami realitas ekonomi masyarakat serta memberikan solusi berbasis ilmu manajemen yang aplikatif.
Pendamping kegiatan, Shafira Widya Ramadhanti dan Witjaksono Adi Pangestu, menuturkan bahwa kolaborasi dengan Warung Kopi Bondan memberi pengalaman berharga dalam memahami tantangan nyata UMKM di lapangan. Mereka menilai perubahan sederhana seperti penerapan QRIS, pembukuan keuangan, dan penambahan pin di Google Maps dapat membawa dampak signifikan terhadap perkembangan usaha kecil bila dilakukan secara konsisten dan disertai pendampingan berkelanjutan.
Langkah yang dilakukan Warung Kopi Bondan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di wilayah Tarik dan sekitarnya untuk terus berinovasi, memperbaiki tata kelola manajemen, dan memanfaatkan teknologi digital dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sesuai semangat SDGs poin 8. (*)
*) Mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Malang
Editor : Hendra Junaedi