Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema di Musala Al Hidayah di RT 07, Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kamis (4/9) malam. Puluhan warga dari berbagai usia berkumpul di musala untuk mengikuti rangkaian acara yang menggabungkan nilai spiritual dan budaya lokal.
Sejak siang, warga telah bekerja sama mempersiapkan jalannya acara. Mulai dari mengikat jajanan, sayur, dan perlengkapan dapur pada tali rafia panjang, hingga bersama-sama menggelar tikar di halaman musala sebagai tempat duduk bagi para jemaah. Seluruh proses dilakukan dengan semangat gotong royong.
Acara dimulai sekitar pukul 18.00 atau bakda salat Maghrib dengan lantunan salawat dan pembacaan Barzanji oleh perwakilan warga. Anak-anak mengenakan pakaian yang beragam, menambah suasana menjadi meriah. Di tengah lantunan doa, warga tampak khidmat dan khusyu.
”Meneladani perilaku Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sing penting dudu bancakane, sing penting dudu asahane. Asahan nggowo, gak nggowo, podo wae. Sing nggowo oleh berkat, sing gak nggowo yo oleh berkat. Sing penting, nopo sing dicontoaken Kanjeng Nabi Muhammad, sing kito lakon,” kata Ikhwan, ketua RT setempat.
Ia menyebutkan, bahwa tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Diwariskan dari generasi ke generasi. Setelah tausyiah singkat dari ketua RT, dan pembacaan doa, warga menikmati hidangan bersama. Nasi kuning, nasi goreng, kue apem, dan buah-buahan tersaji di tikar halaman musala. Malam itu, Musala Al Hidayah bukan hanya tempat ibadah. Tempat ibadah ini disulap menjadi panggung kecil bagi warga untuk merayakan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, dengan cara yang sederhana, tulus, dan penuh makna. (*/ris)
Editor : Hendra Junaedi