Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menanam Nilai, Menuai Peradaban: Sekolah Plus Ngaji sebagai Model Pendidikan Masa Depan

Fendy Hermansyah • Rabu, 23 April 2025 | 15:45 WIB
Oleh: Melia Fitriani*)
Oleh: Melia Fitriani*)

PENDIDIKAN dasar merupakan pondasi utama bagi anak dalam menentukan arah untuk pendidikan berikutnya. Kualitas generasi muda di masa depan juga ditentukan oleh keberhasilan pendidikan anak di tingkat dasar. Apa yang didapatkan anak pada masa ini akan membekas sepanjang hidup. Maka, tidak berlebihan jika pendidikan dasar tidak hanya penting bagi kecerdasan anak, tapi juga penting untuk menanam dan membentuk nilai-nilai karakter anak untuk masa depan peradaban yang lebih baik. Di sinilah pentingnya Sekolah Plus Ngaji sebagai model pendidikan masa depan.

Sekolah Plus Ngaji adalah sebuah inovasi pada pendidikan dasar yang mengintegrasikan kegiatan mengaji dan pembiasaan-pembiasaan baik dalam rutinitas harian anak di sekolah. Selain baca tulis Al-Qur’an, Sekolah Plus Ngaji juga menanamkan nilai-nilai sopan santun, adab terhadap guru, teman, dan orang yang lebih tua, tanggung jawab terhadap tugas-tugas sekolah. Tak hanya itu, nilai-nilai disiplin juga ditanamkan melalui pembiasaan salat Duha dan salat Zuhur berjamaah, nilai-nilai religius dan sosial dalam kegiatan pembiasaan istighosah dan membaca Asmaul Husna bersama-sama, serta menguatkan pemahaman anak dengan bacaan surat-surat pendek berikut mempelajari maknanya.

Di tengah gempuran akses informasi tanpa batas pada era Industri 5.0, anak-anak tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka akrab dengan gawai sejak usia dini, memiliki akses ke internet tanpa filter, dan hidup dalam aliran informasi yang terus mengalir tanpa henti. Dampak positifnya, hal ini memberi peluang besar untuk belajar dan berkembang. Di sisi lain, tanpa pondasi karakter yang kuat, derasnya informasi ini justru bisa membingungkan, bahkan menyesatkan.

Hal ini membuat pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Anak yang memiliki karakter baik akan lebih mampu mengelola dirinya, memilah informasi, dan mengambil keputusan secara bijaksana. Nilai-nilai seperti sopan santun, jujur, tanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan, empati, dan disiplin menjadi “kompas moral” yang menuntun mereka di tengah dunia digital yang serba cepat dan penuh distraksi.

Anak tidak akan mudah terbawa arus bujukan yang negatif--baik dari media sosial, tontonan digital, maupun lingkungan pertemanan--apabila memiliki akar karakter yang kokoh. Mereka akan lebih siap untuk berkata "tidak" pada konten-konten yang menyesatkan, perilaku yang menyimpang, dan godaan untuk bertindak instan tanpa berpikir panjang. Pendidikan karakter, dalam hal ini, berperan sebagai benteng moral sekaligus filter internal yang terus bekerja bahkan saat tidak ada orang dewasa yang mengawasi.

Pendidikan karakter juga menjadi fondasi penting bagi literasi masa depan. Literasi sejati tidak hanya soal kemampuan membaca atau menulis, tapi juga kemampuan untuk memahami, menyaring, dan mengolah informasi secara kritis dan etis (Muhtadi dkk., 2023). Anak yang berkarakter akan memiliki kesadaran untuk menggunakan informasi secara bertanggung jawab, tidak mudah percaya hoaks, dan bisa membedakan antara fakta dan opini, antara kebaikan dan manipulasi.

Maka, apabila kita ingin membentuk generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam menyikapi dunia, pendidikan karakter adalah jawabannya. Model seperti Sekolah Plus Ngaji, yang sejak dini membiasakan anak dalam nilai-nilai spiritual dan moral, menawarkan pendekatan konkret yang tidak hanya menyentuh kepala, tapi juga hati. Dari situlah peradaban yang bermartabat bisa tumbuh dan berkembang.

Adanya program Sekolah Plus Ngaji disambut baik oleh masyarakat karena pendekatannya yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Program ini kompatibel dengan kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan karena berbasis nilai-nilai moral dan sesuai dengan nilai luhur Pancasila. Kegiatan dan pembiasaan yang dilakukan dalam rutinitas harian siswa yang terintegrasi, semuanya menajdi bagian dari pembentukan manusia seutuhnya. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia, yang tidak hanya cerdas, tapi juga beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab (Perpusnas, 2003). Dengan adanya program Sekolah Plus Ngaji, anak akan cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan lembut secara spiritual.

Sekolah Plus Ngaji pada pendidikan dasar menjadi titik tolak untuk membangun peradaban yang berakar kuat dan berdaulat. Dengan program tersebut, sekolah bukan hanya menjadi tempat mengajar, tapi juga mendidik dengan lebih baik. Program Sekolah Plus Ngaji sebagai model pendidikan di masa depan diharapkan mampu berkembang lebih luas, karena dalam setiap huruf hijaiyah yang dibaca anak-anak, tersimpan benih-benih peradaban yang akan tumbuh besar di masa depan. (*)

*) Mahasiswa S2 Magister Pedagogi di Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Hendra Junaedi
#peradaban #Ngaji #pendidikan masa depan #sekolah #opini