Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Anak Manusia (Son of Man)

Fendy Hermansyah • Rabu, 25 Desember 2024 | 15:30 WIB
Oleh: Pdt. Dr. Daniel Pingardi Yoewono, M.Th*)
Oleh: Pdt. Dr. Daniel Pingardi Yoewono, M.Th*)

SALAH satu gelar yang seringkali disematkan kepada Yesus ketika kelahirannya adalah ’’Sang Anak Manusia’’. Gelar ’’Anak Manusia’’ bukan sekadar sebutan, tetapi mengandung makna teologis yang mendalam. Gelar ini menunjukkan solidaritas Allah kepada manusia melalui keilahian Yesus yang menjadi manusia untuk menyelamatkan umat-Nya, seperti yang dinyatakan dalam Filipi 2:6-8 bahwa Yesus ’’merendahkan diri-Nya dan menjadi taat sampai mati.’’ Yesus, Sang Anak Manusia, adalah teladan sempurna yang menginspirasi manusia untuk melampaui keterbatasan mereka, tidak dengan kekuatan mereka sendiri, tetapi dengan kasih karunia Allah yang memerintah dalam kasih dan keadilan.
1. Yesus Menggenapi Rencana Allah
Kelahiran Yesus di Betlehem adalah penggenapan dari rencana Allah yang telah dinubuatkan sejak awal. Katakan saja di dalam Kejadian 3:15, Allah memberikan janji kepada manusia bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Janji ini digenapi melalui kelahiran Yesus Kristus. Lebih jauh, Mikha 5:2 menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem, sebuah kota kecil yang nyaris tidak dianggap penting. Namun, dari kota kecil itulah Allah memulai misi penyelamatan-Nya bagi dunia.
Galatia 4:4-5 menyatakan,’’Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat, untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.’’ Allah, dalam hikmat-Nya yang sempurna, memilih waktu, tempat, dan cara yang tepat untuk melaksanakan rencana penyelamatan-Nya. John Calvin menyebutnya sebagai ’’pengaturan ilahi yang penuh kasih untuk membawa umat manusia kembali kepada-Nya.’’
Dalam dunia modern, kita sering melihat bagaimana janji atau rencana manusia dapat gagal. Kita bisa melihat, banyak negara berjanji untuk mengatasi perubahan iklim melalui perjanjian internasional, tetapi sering kali implementasinya tertunda karena kepentingan politik. Berbeda dengan itu, rencana Allah dalam Kristus tidak pernah gagal. Dia yang menjanjikan penyelamatan bagi manusia, telah menggenapinya dengan sempurna dalam Yesus. Natal mengingatkan kita untuk percaya pada kesetiaan Allah dalam memenuhi janji-Nya, bahkan di tengah ketidakpastian hidup. Kelahiran Yesus adalah sebuah panggilan bagi kita untuk hidup dengan iman dan pengharapan. Natal mengajarkan kita bahwa Allah selalu setia pada rencana-Nya, dan hidup kita pun berada dalam kendali-Nya yang sempurna, bahkan ketika situasi tampak sulit.
2. Yesus Datang sebagai Raja
Ketika para malaikat memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala, mereka menyampaikan berita sukacita yang besar: ’’Telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud’’ (Lukas 2:11). Yesus datang sebagai Raja, tetapi kerajaan-Nya sangat berbeda dari kerajaan dunia. Dalam Yesaya 9:5-6, Yesus disebut sebagai ’’Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.’’ Namun, kelahiran-Nya di kandang sederhana menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.
Yesus sendiri menegaskan dalam Yohanes 18:36, ’’Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.’’ Kerajaan Yesus tidak dibangun di atas kekuatan militer atau kekayaan materi, melainkan di atas kasih, kebenaran, dan keadilan. Søren Kierkegaard, seorang filsuf Kristen, menyebut bahwa kerendahan Yesus adalah bentuk kasih Allah yang paling radikal. Dia datang bukan untuk memerintah dengan kuasa duniawi, tetapi untuk menyentuh hati manusia dengan kasih dan pengorbanan.
Dalam dunia yang penuh persaingan, kita sering melihat para pemimpin berjuang mempertahankan kekuasaan mereka dengan segala cara. Namun tidak demikian dengan Yesus, Ia menunjukkan model kepemimpinan yang bersedia mensahabati rekan-rekan sekerjaNya. Kehadiran Yesus sebagai Raja, serta-merta memanggil kita untuk meneladani kerendahan hati Yesus. Kita dipanggil untuk menjadi pelayan bagi sesama, membawa kasih dan damai ke dalam dunia yang penuh dengan kekacauan.
3. Yesus sebagai Raja yang Memerintah
Yesus bukan hanya Raja yang datang dengan kerendahan hati, tetapi Dia juga Raja yang memerintah dengan keadilan dan kasih. Dalam Matius 28:18, Yesus menyatakan, ’’Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.’’ Pemerintahan-Nya dimulai sejak kelahiran-Nya dan akan mencapai puncaknya pada kedatangan-Nya kembali sebagai Hakim yang adil.
Mazmur 72:1-2 menggambarkan pemerintahan Mesias: ’’Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.’’ Pemerintahan Yesus membawa harapan bagi mereka yang tertindas, damai bagi mereka yang gelisah, dan sukacita bagi mereka yang berduka.
Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog Jerman, menekankan bahwa pemerintahan Kristus dimanifestasikan melalui salib. Salib adalah simbol kemenangan kasih yang mengalahkan dosa dan maut. Pemerintahan Yesus adalah pemerintahan yang memberi hidup, bukan mengambilnya. Kita sering menyaksikan ketidakadilan di sekitar kita, seperti kasus eksploitasi pekerja atau perusakan lingkungan yang merugikan masyarakat kecil. Namun, pemerintahan Kristus menjanjikan keadilan sejati. Natal mengingatkan kita bahwa Raja kita memerintah dengan kasih dan kebenaran, dan kita dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya di dunia ini. Natal kali ini adalah sebuah panggilan untuk kita untuk tunduk kepada otoritas Kristus dalam hidup kita. Kita harus menjadikan Dia Raja dalam setiap aspek hidup kita, mulai dari keluarga, pekerjaan, hingga pelayanan. Natal tahun ini, Kita pun dipanggilNya untuk menjadi agen keadilan dan kasih-Nya di tengah dunia. Selamat Natal 2024 & Menyongsong Tahun Baru 2025. (*)
*) Gembala Jemaat GBI ROCK Mojokerto

Editor : Hendra Junaedi
#Esai Natal #Natal dan tahun baru (nataru)