*) Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
PERUSAHAAN BUMN terkemuka asal Denmark, Novo Nordisk, menjalin ikatan kerja sama dengan Bio Farma Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan diumumkannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dimana hal ini berguna dalam proses produksi obat diabetes yang saat ini sedang marak di Indonesia. Dengan menggabungkan kompetensi kedua perusahaan BUMN terkemuka, Bio Farma dan Novo Nordisk berperan dalam membantu kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan penyakit diabetes. Kolaborasi ini sejalan dengan agenda resiliensi layanan kesehatan yang dirancang oleh pemerintah Indonesia.
Novo Nordisk adalah perusahaan farmasi perawatan kesehatan global terkemuka yang berdiri pada tahun 1923 dan berkantor pusat di Denmark. Perusahaan ini memiliki tujuan dalam mendorong perubahan dengan mengalahkan penyakit kronis yang serius dan memiliki pengalaman dalam penanganan diabetes. Sedangkan, Bio Farma Indonesia adalah perusahaan BUMN farmasi terbesar di Indonesia di bidang kesehatan dengan layanan end-to-end, mulai dari pengembangan dan penelitian farmasi, manufaktur, distribusi, operasi apotek ritel, dan laboratorium klinis.
Peningkatan penderita diabetes yang signifikan di Indonesia memicu pentingnya kolaborasi tersebut. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di dunia menginjak angka 537 juta penderita di tahun 2021. Angka tersebut diperkirakan akan melonjak mencapai 643 juta di tahun 2030 dan 783 juta di tahun 2045. Sedangkan di Indonesia, penderita diabetes menduduki peringkat kelima dengan negara penderita diabetes sebanyak 19,5 juta penderita di tahun 2021 dan diprediksi akan naik menjadi 28,6 juta di tahun 2045.
Penderita diabetes di Indonesia mengalami berbagai tantangan besar dalam mengelola kondisinya karena terbatasnya pengetahuan, kesadaran bahayanya diabetes, dan penanganan yang harus dilakukan secara tepat Laporan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tahun 2020 mengungkapkan bahwa hanya 2 juta penderita diabetes yang didiagnosis dan dirawat di bawah sistem layanan kesehatan nasional, Jaminan Kesehatan Nasional (JMK).
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan "Diabetes adalah ibu dari segala penyakit. Diabetes yang tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi. Saat ini, kita lemah dalam skrining, dan kita perlu mereformasi sistem layanan kesehatan. Jika kita dapat mengidentifikasi dan mengobati diabetes sejak dini, maka biaya perawatan akan lebih murah dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka yang hidup dengan diabetes.’’
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, yang mengatakan bahwa kolaborasi dengan Novo Nordisk akan dapat meningkatkan kapabilitas Bio Farma. Kemitraan ini secara signifikan bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pengobatan diabetes yang berkualitas dan terjangkau, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan penyakit diabetes kronis, dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan Indonesia dalam mengatasi tantangan global.
Potensi kolaborasi yang terjalin antara Bio Farma Indonesia dan Novo Nordisk sangatlah menguntungkan bagi perusahaan multinational dan domestik yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Penandatanganan MoU ini sebagai pertanda komitmen atau tanggung jawab bersama Bio Farma Indonesia dan Novo Nordisk dalam memperkuat kebutuhan kesehatan di Indonesia. (*)
Editor : Hendra Junaedi