Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penemuan Zat Kimia Berbahaya pada Anggur Muscat dan Langkah Awal Pencegahannya

Fendy Hermansyah • Kamis, 5 Desember 2024 | 14:50 WIB
Oleh: Gesyah Ananda Syakirah*)
Oleh: Gesyah Ananda Syakirah*)

*) Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

ANGGUR Muscat adalah jenis anggur hijau tanpa biji yang umumnya tumbuh di negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China. Buah ini diimpor dari China ke Indonesia dan di konsumsi secara massal baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Buah tanpa biji ini dihasilkan dari mutasi genetik alami. Mutasi genetik tersebut membuat biji di dalam anggur tidak bisa berkembang sampai memiliki lapisan yang keras. Akibatnya, buah tersebut terkesan tidak memiliki biji di dalamnya.

Anggur ini dapat meningkatkan kesehatan jantung karena mengandung potasium yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Buah ini juga dapat meningkatkan sistem imun dengan kandungan vitamin C di dalamnya. Selain itu, buah ini juga dapat mencegah anemia dan menjaga kesehatan tulang karena mengandung vitamin K.

Oktober lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan residu zat kimia berbahaya pada Anggur Muscat yang di temukan oleh peneliti dari Thailand. Mereka menyatakan bahwa dari 24 sampel yang diuji, 23 diantaranya mengandung residu pestisida yang melebihi batas ambang. Selain itu, ditemukan juga residu pestisida yang tidak ada izin pengedaran seperti triasulfron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil. Jenis jenis pestisida tersebut jika dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan keracunan.

Zat residu berbahaya tersebut juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pestisida tersebut dapat menyebabkan resistensi, resurjensi, dan timbulnya hama baru. Resurjensi merupakan meningkatnya populasi hama karena penggunaan pestisida yang tidak tepat. BPOM Indonesia mengkonfirmasi bahwa telah mengambil sampel uji kandungan zat kimia berbahaya pada Anggur Muscat. Mereka menguji 24 sampel anggur yang mana 9 diimpor dari China, dan 15 nya tidak diketahui asal negara impornya.

Kepala BPOM Kota Semarang menegaskan meskipun beberapa anggur tersebut negatif zat kimia, namun mereka akan terus mengembangkan teknik pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan. Masyarakat dihimbau oleh Kementrian Kesehatan untuk tetap melakukan tindakan preventif sebagai pencegahan keracunan zat kimia berbahaya dari buah maupun sayur.

Biasakan untuk mencuci buah maupun sayuran dengan air mengalir sampai bersih supaya residu zat pestisida berbahaya bisa berkurang. Selain mencuci dengan air mengalir, masyarakat juga bisa mencuci buah maupun sayuran dengan detergen. Pencucian menggunakan detergen cair dengan merendam buah dan sayur dengan larutan tersebut, zat berbahaya dan bakteri dapat lebih mudah hilang dibandingkan hanya dengan air mengalir.

Penurunan ini disebabkan oleh adanya kandungan surfaktan pada deterjen yang molekulnya memiliki dua kutub yang masing-masing bersifat hidrofil dan lipofil, yang mana bersifat suka air dan tidak suka air. Jangan lupa untuk memilih detergen yang aman untuk makanan (food grade). Selain menggunakan deterjen, terdapat bahan alami yang juga mampu mengurangi residu pestisida pada buah dan sayuran. Air garam, air cuka, air soda kue, dianggap mampu mengurasi kadar pestisida pada buah.

Pemerintah diharapkan dapat melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap bahan pangan impor sesuai dengan standarisasi yang telah berlaku. Penggunaan pestisida yang tepat juga menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dan importir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menemukan alternatif pestisida alami yang tidak menimbulkan efek negatif yang besar jika di gunakan. Pemerintah dapat bekerja sama dengan anak-anak muda di Indonesia dalam menciptakan inovasi baru. (*)

Editor : Hendra Junaedi
#zat kimia #opini #Anggur Muscat