*Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
TAHUKAH kamu apa itu tumbuhan kaca piring? Tumbuhan kaca piring atau Gardenia August Merr merupakan tumbuhan yang berasal dari Asia Timur yang termasuk famili Rubiaceae. Kaca piring mudah tumbuh di sembarang tempat, baik di daerah dingin maupun panas. Namun, tumbuhan ini lebih cocok di daerah pegunungan atau lokasi yang tingginya lebih dari 400 m dpl. Selain itu, tumbuhan ini biasanya ditanam orang sebagai tanaman hias, di depan atau di samping halaman rumah, dengan tujuan memperindah halaman.
Kaca piring termasuk tumbuhan perdu yang berumur tahunan serta banyak memiliki cabang, ranting maupun daun yang lebat. Kaca piring adalah tumbuhan merambat yang memiliki biji berbentuk lonjong dan panjang, dengan warna biji yang bervariasi mulai dari hijau hingga ungu. Batang pohonnya mampu mencapai ketinggian berkisar 1-2 meter. Tumbuhan kaca piring memiliki daun hijau yang mengkilat dengan bunga putih beraroma khas dan bentuk yang menyerupai melati walaupun tidak ada hubungannya dengan marga melati.
Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat di setiap bagian-bagian tubuhnya. Setiap bagian dari tubuhnya memiliki senyawa aktif dan memberikan efek terapeutik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dimulai dari bagian daun, buah, bunga hingga ke akarnya.
Pada bagian daunnya yang dapat dijadikan sebagai campuran minuman atau dapat dijadikan sebagai obat. Karena pada daun tersebut mengandung saponin, flavonoid, polinofel dan terdapat kandungan mint atau atsiri. Selain itu, pada bagian daunnya bisa digunakan sebagai obat penurun demam. Manfaat lain dari daun tumbuhan kaca piring adalah untuk melancarkan menstruasi, meredakan sesak napas, menurunkan tekanan darah tinggi, dan juga sebagai obat kumur untuk menyembuhkan sariawan.
Buah dari tumbuhan ini mempunyai rasa pahit, bersifat dingin, dengan afinitas ke meridian jantung, hati, paru, lambung, dan sanjiao. Meridian sanjiao sendiri merupakan salah satu meridian dalam pengobatan tradisional dari Tiongkok yang memiliki peran penting dalam mengatur sirkulasi cairan tubuh dan menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Buah ini juga mempunyai banyak khasiatnya, yaitu untuk meningkatkan fungsi hati dan menenangkan emosi (sedatif), melancarkan aliran empedu ke usus (kolagoga), antibiotik, pereda demam (antipiretik), peluru dahak, peluruh air seni (diuretik), penyejuk darah, penawar racun (detoksidan), penghenti perdarahan (hemostatis), dan menghancurkan bekuan darah.
Adapun pada bagian akar dan bunga nya berkhasiat sebagai peluru haid. Bunga berkhasiat hemostatis, penenang (sedatif), nyeri gigi dan peluru air seni. Pada bagian bunga mempunyai senyawa kandungan zat minyak menguap yang terdiri dari unsur styrolyl (bahan kimia yang memiliki aromatik) dan linalool (senyawa terpenoid dengan aroma floral) dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang.
Di Vietnam, bunga kaca piring digunakan sebagai obat luar untuk mengatasi gangguan pada mata. Tidak hanya itu, tumbuhan ini juga dapat berkhasiat sebagai obat tradisional. Di antaranya untuk penyakit demam, demam disertai mengigau, sukar buang air kecil, muntah, sariawan, demam, sesak napas, dan tekanan darah tinggi. Penyakit-penyakit tersebut dapat diobati dengan memanfaatkan bagian daunnya yang segar sekitar kurang lebih 7 gram, kemudian di cuci hingga bersih, ditumbuk sampai lumat/halus, lalu kita tambahkan ¼ gelas air matang. Prosedur yang terakhir adalah memeras olahan dan di saring yang hasil saringannya digunakan untuk berkumur.
Pemakaian luar yang dimaksud adalah obat yang digunakan dengan cara tidak ditelan atau di aplikasikan pada bagian luar tubuh. Dengan melakukan beberapa prosedurnya yaitu menggiling buah tumbuhan kaca piring yang segar sampai halus, lalu tambahkan putih telur atau arak putih.
Oleh karena itu mari kita melestarikan tumbuhan yang ada di sekitar kita agar tidak punah. Manfaatkan tumbuhan di sekitar kita yang kaya akan khasiatnya. Meski demikian, perlu diingat bahwa penggunaan tumbuhan ini harus dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu. Konsultasi dengan ahli pengobatan tradisional atau dokter sangat dianjurkan sebelum memulai pengobatan dengan tumbuhan kaca piring. (*)
Editor : Hendra Junaedi