Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Skincare Beretiket Biru yang Dijual Bebas

Fendy Hermansyah • Rabu, 27 November 2024 | 15:35 WIB
Aska Java Fahma*
Aska Java Fahma*


*Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
MEMILIKI kulit wajah yang sehat dan bersih merupakan dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, Anda perlu menjaga kesehatan kulit, salah satunya yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit wajah adalah dengan melakukan serangkaian perawatan kulit atau menggunakan skincare.
Tetapi belakangan ini banyak beredar skincare beretiket biru di pasaran. Sayangnya tidak banyak yang tahu apa arti dari etiket biru dan etiket ini disalahgunakan oleh owner skincare itu sendiri. Tingginya permintaan akan skincare membuat produsen berlomba-lomba memaksimalkan peluang untuk mendapat keuntungan.
Meski begitu, konsumen harus lebih cerdas dan teliti dalam membeli skincare yang terjual bebas di pasaran. Salah satunya yang wajib diperhatikan adalah skincare dengan etiket biru yang dijual bebas di pasaran. Karena pada dasarnya skincare yang berlabelkan etiket biru hanya Dokter yang bisa meresepkan dan Apoteker yang meracikkan.
Skincare berlabelkan etiket biru ini memang memiliki hasil yang instan dari pada skincare yang sudah PBOM dan aman. Tetapi dibalik hasil yang instan jika konsumen berhenti untuk memakai skincare tersebut akan memiliki efek samping, contohnya tiba- tiba munculnya flek hitam yang awalnya tidak ada, berjerawat, warna kulit tidak rata, dan ruam pada kulit.
Karena munculnya korban dari skincare beretiket biru ini, dr.Amira Farahnaz, Dipl.AAAM. atau yang dikenal sebagai doktif ( dokter detektif ) ini memberantas lebih dalam lagi soal skincare-skincare yang sedang trend disosial media. Banyak skincare yang memiliki kandungan overclaim atau kandungan nya tidak sesuai dengan yang tertera.
Tetapi banyak oknum atau owner skincare yang tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh Dokter dan Apoteker, karena merasa dirugikan banyak oknum atau owner yang membela diri sampai ramai di sosial media. Munculnya korban-korban dari skincare berlabelkan etiket biru ini para owner diamankan oleh polisi.
Tidak hanya itu masyarkat merasa tidak aman dengan dunia perskincare an. Tetapi para Dokter dan Apoteker membuat edukasi untuk masyarakat cara memilih skincare dan bahayanya etiket biru. Selain edukasi para dokter dan apoteker juga menunjukan hasil lab setiap skincare yang sedang trending. Selain itu, apoteker juga menjelaskan jenis dan fungsi skincare agar masyarakat lebih paham lagi akan produk yang mereka pakai.
Skincare terdiri dari bermacam jenis dan fungsi yang berbeda-beda dalam melindungi kulit dan menjaganya agar tetap sehat. Berikut ini adalah beberapa jenis skincare beserta fungsinya: pertama, pembersih wajah berfungsi membersihkan wajah dari minyak, debu dan kotoran merupakan langkah pertama yang penting dalam rangkaian perawatan kulit. Pembersih wajah tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari krim, gel, busa, cair, hingga batangan.
Lalu, pelembab wajah. Carilah pelembab yang memiliki kandungan yang dapat menambah dan mempertahankan kelembapan kulit wajah. Masker, meski tidak wajib, masker wajah dapat digunakan sebagai pelengkap rangkaian perawatan agar kulit Anda lebih sehat.
Dokter dan Apoteker yang melakukan edukasi tentang skincare, mereka berharap agar masyarkat indonesia lebih bijak dalam membeli skincare terutama skincare abal-abal dan owner skincare yang nakal segera di amankan polisi. Dengan begitu dunia perskincare an akan kembali normal dan masyarkat pintar dalam membeli produk skincare. (*)

Editor : Hendra Junaedi
#skincare #kecantikan #kulit #opini