*Mahasiwa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
PENGOBATAN kanker dengan metode konvensional seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi, serta metode alternatif lainnya yang terus berkembang. Bawang putih yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu mencegah dan mengatasi kanker adalah salah satu solusi alami yang populer.
Saat ini, penelitian ilmiah juga mulai menemukan bahwa bawang putih mengandung senyawa aktif yang dapat membantu melawan sel kanker. Salah satu dari banyaknya senyawa bioaktif yang ada di bawang putih yaitu allicin. Allicin adalah senyawa sulfur yang muncul ketika bawang putih dihancurkan atau dipotong. Allicin memberikan bawang putih rasa pedas dan aromanya yang khas, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sifat anti-kanker.
Berikut adalah beberapa senyawa utama yang berpotensi melawan kanker dalam tubuh manusia. Senyawa utama bawang putih adalah allicin, yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dengan berbagai cara. Seperti mengurangi stres oksidatif, yang berperan sebagai penghambatan sel kanker.
Diallyl disulfide (DADS) senyawa organosulfur dari bawang putih yang memiliki sifat anti-kanker adalah diallyl disulfide. DADS diketahui dapat merangsang pembunuhan sel kanker, memperlambat proliferasi sel, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
S-Allyl Cysteine (SAC), senyawa sulfur lainnya dalam bawang putih yang memiliki sifat antioksidan kuat, telah menunjukkan potensi untuk mengurangi peradangan dan melawan kerusakan DNA yang dapat menyebabkan kanker.
Bawang putih juga mengandung banyak flavonoid, senyawa antioksidan yang membantu tubuh mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Flavonoid melindungi sel-sel sehat dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat mengurangi risiko kanker usus besar dan lambung. Senyawa-senyawa dalam bawang putih dianggap dapat menghentikan pembentukan zat karsinogenik yang menyebabkan kanker usus besar.
Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara. Senyawa aktif bawang putih dapat mempengaruhi jalur sinyal yang mendukung pertumbuhan sel kanker dan mengurangi agresivitas kanker payudara. Bawang putih digunakaan sebagai menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dengan mengurangi pembentukan pembuluh darah yang menyuplai tumor, atau angiogenesis supaya tumor tidak bisa berkembang dan menyebar. Bawang putih juga dapat mencegah kanker paru-paru, terutama pada perokok berat yang berisiko lebih tinggi terhadap kanker paru-paru.
Bawang putih dikenal memiliki potensi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat sangat penting dalam melawan kanker, karena sel-sel di dalam tubuh seperti makrofag dan limfosit T bertanggung jawab untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.
Dengan meningkatkan fungsi hati, yang bertanggung jawab untuk membersihkan tubuh, bawang putih dapat membantu mengurangi efek samping seperti mual, kelelahan, dan penurunan nafsu makan. Selain itu, bawang putih memperbaiki sistem pencernaan, yang sering terganggu selama pengobatan kanker. Bawang putih juga dapat meningkatkan kualitas hidup bagi orang-orang yang di diagnosis penyakit kanker.
Jika Anda ingin mendapatkan manfaat allicin dari bawang putih, Anda harus memakannya saat masih mentah. Anda dapat mengambil ekstrak bawang putih dalam bentuk tablet atau kapsul jika rasa bawang putih mentah tidak menyenangkan bagi Anda. Bawang putih yang dimasak dengan benar tetap bermanfaat, tetapi tingkat allicin akan sedikit turun.
Bawang putih tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis. Sebaliknya, itu harus digunakan sebagai pelengkap dalam pendekatan pencegahan dan perawatan kanker yang lebih komprehensif. Namun penting untuk selalu berkonsultasi dengan profesional medis sebelum memulai terapi alternatif, seperti pengobatan kanker dengan bawang putih, untuk memastikan bahwa itu aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan seseorang. (*)
Editor : Hendra Junaedi