SITUASI SMP Negeri 7 Kota Mojokerto merupakan SMP Negeri paling kecil paling sedikit peserta didiknya di Kota Mojokerto yaitu hanya 15 rombel dan masing-masing jenjang 5 rombel. Mempunyai letak yang sangat strategis di tengah Kota Mojokerto.
Sebelah kiri bersebelahan dengan kantor Kecamatan Kranggan dan Pasar Induk Kota Mojokerto, sebelah kanan berdekatan dekat Pusat Pertokoan Kota Mojokerto.
Di depan sekolah tempat kuliner, belakang Sekolah berdempetan dengan SMP Katolik Santo Yosef. Guru-guru SMP Negeri 7 Mojokerto heterogen karena ada yang sudah mendekati pensiun dan ada yang masih muda yang tentu saja dari segi kompetensi jelas berbeda, tetapi tetap semangat.
Kurikulum Merdeka adalah Kurikulum dengan pembelajaran Intrakurikuler yang beragam, di mana konten pembelajaran akan lebih optimal ketika peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Di sisi lain, guru lebih leluasa memilih berbagai perangkat ajarnya, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Kurikulum Merdeka juga merupakan langkah terobosan membantu guru dan kepala sekolah untuk mengubah proses belajar jauh lebih relevan, mendalam dan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat lebih mudah memahami pembelajaran yang dilakukan.
Untuk dapat mengajar sesuai harapan di Kurikulum Merdeka maka guru harus sering membuka dan memahami Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajarnya. Karena di PMM tersedia berbagai Fitur tentang perangkat ajar, asesmen, topik tentang literasi, Numerasi, pembelajaran Diferensiasi, pengembangan Karakter, Anti Bullying, Intoleransi, Anti Narkoba, dan lainnya.
Namun demikian, guru SMP Negeri 7 Mojokerto masih pasif dalam mengunjungi PMM. Terlihat guru senior kesulitan dalam mengakses PMM, guru muda belum tergerak untuk membuka, memahami bahkan membuat Aksi Nyata pada Topik di Pelatihan Mandiri PMM sehingga tertinggal dari sekolah lain. Dimana, di sekolah lain sudah selesai 10 topik, 15 topik bahkan ada yang sudah mendapat 30 sertifikat.
Tantangan yang ingin saya capai adalah bagaimana guru di SMP Negeri 7 Mojokerto dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya sesuai dengan prioritas di Rapor Satuan Pendidikan.
Dengan mengakses PMM kebutuhan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran sudah tersedia, baik itu materi, perangkat mengajar, asesmen, metode pembelajaran, cara menggunakan media pembelajaran yang tepat, cara menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Meningkatkan Literasi Numerasi, P5. Berbagai contoh mengatasi peserta didik (Bimbingan Konseling), dan lain-lain.
Pada akhirnya, ada keinginan dan harapan bagaimana meningkatkan kesadaran semua guru di SMP Negeri 7 untuk membuka PMM, mempelajari, memahami bahkan membuat aksi nyata dan memperoleh sertifikat sehingga mendapatkan ilmu dari topik-topik yang dipelajari dan diterapkan ke pembelajaran di kelas yang ending-nya untuk meningkatkan kualitas guru dan prestasi peserta didik.
Aksi yang dilakukan adalah Implementasi Jurus Jitu Tri Nawang Dewi Kombel Alpha 4.0. Tri Nawang Dewi merujuk pada tiga tokoh Dewi dimasa kerajaan Mojopahit.
Tiga orang putri bersaudara dari kerajaan Mojopahit yang terkenal yaitu, Dewi Nawang Sari, Dewi Nawang Wulan dan Dewi Nawang Sih. Istilah Tiga Dewi ini dipakai sebutan tiga guru cantik dan multitalenta yang ditunjuk untuk menjadi koordinator POKJA, yaitu Ibu Rany Agung Prameswari, S.Pd sebagai penanggungjawab POKJA 1, Ibu Faiqotul Himmah, S.Pd sebagai penanggung jawab POKJA 2, dan Ibu Siti Agustina S.Pd sebagai penanggung jawab POKJA 3.
Dengan mengacu disiplin positif yang ada di SMP Negeri 7 Mojokerto yaitu :
1. enom tuwo sami mawon artinya bahwa di SMP Negeri 7 Mojokerto tidak ada perbedaan semangat, tetapi hanya soal penguasaan alat teknologi.
2. iso jalaran gupuh artinya bahwa guru SMP Negeri 7 Mojokerto mudah digupuhi guru lain, dan ini menjadi pemantik Tanggap-Tangguh-Tanggungjawab. 3. seneng ghibah artinya Guru SMP Negeri 7 Mojokerto suka menceritakan sesuatu hal di sela-sela waktu kosong, dan hal demikian bisa dimanfaatkan untuk saling pamer progres PMM masing-masing.
Cara kerja POKJA ada dua. Yaitu Tahap Suksesi POKJA dan Tahap Suksesi Webinar. Tahap Suksesi POKJA yaitu Target POKJA dimana masing-masing POKJA setiap bulan menyelesaikan 3 topik.
Dengan pembagian awal kerja tim POKJA 1 menyelesaikan topik 1,2,3 , POKJA 2 menyelesaikan topik 4,5,6 , dan POKJA 3 menyelesaikan topik 7,8,9. Masing-masing POKJA mengondisikan anggotanya untuk sesuai jatah topik yang akan dipresentasikan, dan kegiatan tersebut dilaksanakan di luar jam mengajar di mana setiap koordinator memantau anggotanya.
Setiap tim bekerja menyelesaikan topik pada waktu yang telah disepakati masing-masing. Tugas Tambahan koordinator mendampingi rekan kerja Tim. Koordinator menyampaikan progres yang telah dicapai kepada kepala sekolah maksimal pukul 10.00 di hari sesuai jadwal masing-masing POKJA sebelum presentasi.
Kegiatan presentasi dilaksanakan pukul 14.00 sampai selesai sesuai hari POKJA, dan ditunjuk 2 orang presenter yang memaparkan terkait Topik dan Aksi Nyata. Tahap Suksesi Webinar Sekolah menentukan Topik dan Pemateri.
Di sisi lain, juga membentuk kepanitiaan Komunitas belajar (Kombel) di sekolah yang fungsinya sebagai sarana atau wadah bagi guru untuk bertukar pendapat dan saling memberikan saran dan masukan kepada rekan sejawat.
Komunitas Belajar ( Kombel ) di SMP Negeri 7 Mojokerto diberinama KOMBEL ALPHA 4.0. Diberi nama Alpha 4.0 artinya generasi yang akrab dengan digital, guru bukan sebagai satu-satunya, tetapi guru sebagai fasilitator yang memberikan motivasi .
Admin Komunitas Belajar Alpha 4.0 menyiapkan penjadwalan webinar di PMM, menyiapkan tautan, undangan dan streaming di kanal YouTube @smpn7mojokertoofficial, sementara tim IT juga menyiapkan alat dan tautan streaming serta alat pendukung lainnya.
Setelah semua POKJA sudah presentasi maka dilaksanakan rapat evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan selama 1 putaran (Selasa, Kamis, Jumat), begitu seterusnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut di mana guru saling bertukar ilmu bertukar praktik baik sehingga pembelajaran di kelas pun juga semakin baik. Banyak ilmu yang didapatkan di PMM untuk diadopsi dan ditransfer ke peserta didik.
Ternyata semangat bapak ibu guru tidak sia-sia. Pada 2023 saat rapor Pendidikan SMP Negeri 7 Nilai Literasi naik pesat yaitu 93,33, SMP Negeri 7 mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Berkemajuan Terbaik dan mendapatkan dana BOS Kinerja.
Dengan demikian capaian ini harus dikembangteruskan melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru.
Dana BOSKIN di SMP Negeri 7 Mojokerto dimanfaatkan untuk melaksanakan Workshop yang diberi Judul Octo Teach Fest untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, dengan Jargon ’’Neng, Ning, Nung, Nang’’. Jargon tersebut terinspirasi dari filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu, Neng kependekan dari Meneng yang berarti Diam dan tenang dengan perhatian untuk mendengarkan secara aktif, Ning dari Wening yang artinya jernih di hati dan pikiran, Nung dari Hanung yang artinya Kebesaran hati, dan Nang dari Menang yang berarti SMP Negeri 7 akhirnya mendapatkan kemenangan. Dalam kegiatan literasi dan numerasi yang dipandu oleh para profesor dari UNESA Surabaya.
Pada workshop tersebut, saya mendapatkan ilmu untuk menyusun perangkat ajar yang mengandung InfoGrafis, Numerasi dan penyusunan soal-soal literasi Numerasi. Literasi Numerasi adalah kemampuan yang harus dimiliki guru untuk menghadapi era digital. Workshop saya laksanakan di luar jam mengajar yaitu pada Sabtu selama Oktober 2023.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti, mengenai pembiasaan sikap dan perilaku positif melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum belajar, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan di SMP Negeri 7 Mojokerto sebagai Literasi pagi. Setiap Jumat Minggu ketiga juga ada yang dinamakan J- lita ( Jumat Literasi) untuk meningkatkan minat baca peserta didik.
Selain itu, untuk menjaga kesehatan maka ada J- Gezit (Jumat Aksi Bergizi) seluruh peserta didik dengan dipantau petugas dari puskesmas membawa bekal makanan sehat dari rumah yang dimakan bersama sama di sekolah dan minum tablet tambah darah untuk peserta didik putri.
Juga, ada kegiatan menerapkan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yaitu J- sih (Jumat Bersih) di mana kegiatan ini melatih peserta didik untuk membudayakan gerakan hidup bersih di sekolah untuk mempertahankan penghargaan Sebagai Sekolah Adiwiyata. S
atu lagi ada J-Rigi ( Jumat Religi ) yaitu kegiatan untuk meningkatkan karakter peserta didik dan sebagai perwujudan dari elemen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5) yaitu Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa dan Bakhlak Mulia.
Selain kegiatan hari Jumat, di SMP Negeri 7 Mojokerto ada kegiatan tengah semester. Pada Kegiatan ini peserta didik tidak diajak mengerjakan soal-soal ulangan tetapi SMP Negeri 7 Mojokerto mengadakan kegiatan yang menyenangkan yang dikemas dalam bentuk festival yang tentu saja tidak menghilangkan tujuan untuk tetap memberikan nilai kepada seluruh peserta didik.
Kegiatan ini diberi nama Arspit fest (Festival Arek SMPN 7) yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik yang terdiri dari lomba membuat puisi, pantun, lomba membaca puisi /pantun, lomba membuat poster, lomba pidato, lomba dongeng, lomba cerdas cermat, lomba membuat POJOK LITERASI di masing-masing kelas.
Refleksi dari melaksanakan kegiatan praktik baik yang motori oleh 3 Nawang Dewi semakin ditingkatkan melalui Komunitas Belajar (Kombel) di sekolah yaitu Alpha 4.0 tetap semangat dalam pengelolaan kelas dan Literasi Numerasi selalu ada dalam pembelajaran dan dikemas dengan metode yang menyenangkan dan menggunakan teknologi digital yaitu Canva, AI ( Artificial Intelegence).
Sehingga peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik, dan Alhamdullillah pada 2024 Nilai Rapor Satuan Pendidikan SMP Negeri 7 Mojokerto mendapatkan capaikan Literasi dengan Skor 93,33 dan capaian Numeresi yang naik luar biasa sebesar 93,33 persen yaitu Skor naik pada seluruh indikator. Sehingga SMP Negeri 7 Mojokerto untuk kedua kalinya mendapat BOS Kinerja lagi sebagai Sekolah Berkemajuan Terbaik.
Dalam rangka mewujudkan rasa terima kasih mendapatkan Dana BOS Kinerja lagi, SMP Negeri 7 Mojokerto melaksanakan kegiatan yang diberi Judul ’’Efharistό 2024- Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Guru dalam Giat KOMBEL Alpha 4.0 SMP Negeri 7 Mojokerto’’ dengan Jargon ’’Berterima Tanpa Membeda, Kasih untuk Pendidikan Semesta’’.
Di mana merefleksikan bagaimana rasa syukur saya atas kepercayaan kali kedua diterimanya BOSKIN dari capaian Rapor Sekolah. Sementara Jargon Berterima tanpa membeda, kasih untuk Pendidikan semesta adalah wujud perhatian saya.
Kegiatan workshop saya lakukan juga di luar jam mengajar yaitu di hari Sabtu dimulai 31 Agustus 2024-28 September 2024, dengan Materi pemanfaatan AI ( Artificial Intelegence), Canva, penyusunan perangkat mengajar dan soal yang berliterasi dan numerasi. Serta, praktik mengajar yang baik yang didampingi oleh narasumber hebat dan pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.
Setelah menganalisis situasi di sekolah, saya menyadari bahwa kurangnya pemanfaatan PMM oleh guru disebabkan karena kurangnya motivasi dan semangat untuk membuka PMM.
Melalui Jurus Jitu Tri Nawang Dewi dengan melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik melalui Komunitas Belajar Alpha 4.0 di SMP Negeri 7 Mojokerto telah berhasil menciptakan ruang guru untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, antusiasnya sangat tinggi terbukti dengan terlihat aktifnya diskusi.
Disadari masih ada beberapa guru yang belum berani berbagi, dan kedepannya, kami akan melibatkan narasumber yang bisa memberikan perspektif yang berbeda. Semoga kualitas pembelajaran di SMP Negeri 7 Mojokerto semakin meningkat selaras dengan meningkatnya kompetensi gurunya. Kami berkeyakinan pada “Nulla tenaci invia est via”, tidak ada jalan buntu bagi orang yang mau terus berjuang.
*Kepala SMP Negeri 7 Mojokerto, evipoespita@gmail.com
Editor : Hendra Junaedi