Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kepala Kemenag Kota Mojokerto Abdul Rahman, Wujudkan Kemenag Menjadi Rumah Seluruh Agama

Farisma Romawan • Minggu, 24 Maret 2024 | 06:50 WIB

 

Kepala Kemenag Kota Mojokerto Abdul Rahman.
Kepala Kemenag Kota Mojokerto Abdul Rahman.
MERAWAT kerukunan antar umat beragama tidak sekadar mengajak masyarakat untuk bisa saling menghormati satu sama lain dalam berkeyakinan.

Bagi Abdul Rahman, menjaga keharmonisan juga harus bisa saling menghargai perbedaan dalam beribadah.

Semangat tersebut yang terus dipupuk di Kota Mojokerto yang telah dinobatkan sebagai penerima Harmony Award dari Kementerian Agama tahun 2021 lalu.

Untuk mempertahankannya, kepala Kemenag Kota Mojokerto ini terus meningkatkan kualitas pelayanan kantor Kemenag Kota Mojokerto.

Tidak hanya bagi satu agama saja, tapi juga bagi penganut agama atau keyakinan lainnya.

Bahkan, pria 55 tahun dengan dua anak ini berhasrat agar kantor Kemenag bisa menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh agama.

Dengan begitu, maka akan terjalin komunikasi intensif antar pemuka agama yang muaranya menjadi keharmonisan antarumat.

’’Selama ini kantor Kemenag dianggap hanya melayani satu agama saja. Padahal, semua agama sudah terfasilitasi di kantor Kemenag. Kami berkeinginan Kemenag ini menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh umat,’’ tandasnya.

Sebagai bentuk realisasinya, Kemenag kini turut memfasilitasi tenaga penyuluh bagi agama-agama lainnya.

Dari 30 penyuluh baik ASN maupun non-ASN, beberapa diantaranya telah diisi dari unsur agama kristen, katolik, hindu, budha hingga konghucu.

Mereka bertugas memberikan pemahaman dan pelayanan bagi umat agar bisa beribadah dengan baik dan tenang.

Tak hanya itu, pihaknya juga mencoba memfasilitasi antar pemeluk agama untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam mengatasi permasalahan sosial.

Dengan begitu, maka seluruh agama bisa saling membantu dan mencari solusi terbaik di setiap permasalahan yang dihadapi.

’’Setiap minggu kami juga turun langsung berkomunikasi dan berkoordinasi membahas setiap fenomena sosial kemasyarakatan agar bisa dipecahkan bersama. Kami usahakan setiap agama sudah terfasilitasi penyuluh,’’ tandas suami Sri Wiyani ini.

Untuk lebih memudahkan, pihaknya juga menjalin komunikasi erat dengan sejumlah stakeholder terkait, mulai dari pemerintah baik eksekutif maupun legislatif hingga beberapa organisasi atau lembaga sosial lainnya.

Seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid, Gusdurian, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dan berbagai organisasi lainnya.

’’Semakin banyak yang diajak komunikasi, maka cara mengatasi persoalannya juga semakin mudah dan cepat,’’ pungkasnya. (far/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kepala #kemenag #Kota Mojokerto