Langkah pertama yang ditempuh Muttakin saat kali pertama menginjakkan kaki di Bumi Majapahit Juni 2023 lalu dengan menyatukan komitmen bersama seluruh jajaran.
Mulai dari kepala seksi, kepala sub bagian, kepala KUA, kepala madrasah, pengawas, penyuluh, hingga staf.
Tak sekadar ucapan belaka, Muttakin juga meminta seluruh jajaran untuk ikut membangun kualitas pelayanan di jajaran kemenag melalui penandatanganan nota bersama zona integritas di lingkungan kemenag.
Dengan tantangan tersebut, Muttakin meyakini akan ada perubahan yang diwujudkan.
Khususnya pada pelayanan publik mulai dari segi pendidikan, bimbingan, hingga pelayanan haji dan umrah.
’’Komitmen tinggi pada pimpinan inilah yang menjadi titik awal peningkatan kualitas pelayanan. Kami merasa, kemenag harus berubah menjadi lebih modern dan adaptif. Dan kami juga sampaikan kepada seluruh jajaran agar terus bergerak mengubah diri lebih baik, tidak boleh merasa aman dengan zona nyaman,’’ tandasnya.
Agar perbaikan terlihat nyata, Muttakin juga mengubah wajah kemenag menjadi lebih fresh.
Dengan menambahkan aksen bangunan yang lebih modern baik dari sisi bangunan maupun fasilitas yang tersedia.
Keberadaan ruang podcast hingga pelayanan terintegrasi satu atap juga ia wujudkan pada beberapa pelayanan, mulai dari pengurusan administrasi haji hingga bimbingan Islam.
’’Kantor kami rombak agar tidak terlihat suram. Termasuk fasilitasnya juga kami tambah dengan adanya fasilitas digital seperti ruang podcast agar masyarakat lebih interaktif dan adanya videotron pada aula agar lebih terlihat modern,’’ tambahnya.
Perubahan wujud seperti itu diakui Muttakin tak lepas dari upayanya dalam mengevaluasi kinerja setiap jajaran.
Termasuk menggelar survei ke seluruh stakeholder agar bisa mendapat masukan secara objektif dan membangun sebagai modal pembenahan pelayanan.
’’Seluruh jajaran juga kami minta untuk terus mencatat seluruh masukan tanpa harus menjawab. Dengan begitu, maka perbaikan bisa lebih fokus,’’ tandasnya. Namun langkah-langkah tersebut tentunya juga membawa konsekuensi tersendiri bagi pribadi Muttakin.
Salah satunya adalah minimnya waktu berkumpul bersama keluarga yang terpaut jarak yang cukup jauh.
Bahkan Muttakin harus rela menjaga kantor kemenag dengan tinggal di rumah dinas yang berada di dalam area kantor.
Meski begitu, pria kelahiran 4 Agustus 1974 ini mengaku tak mempermasalahkan.
Ia justru lebih enjoy dengan menjalani segala tugas dan kewajibannya tersebut dengan ikhlas sesuai motto kemenag, yakni Ikhlas Beramal.
’’Ya tinggal dijalani saja. Hampir semua kepala kantor kemenag berasal dari luar kota tugasnya. Masih ada waktu berkunjung ke keluarga meskipun waktunya sempit,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah