INDUSTRI halal bukan lagi menjadi suatu hal pelengkap di ekosistem perekonomian pada suatu bangsa atau negara, akan tetapi menjadi bagian amat penting dalam penyumbang pendapatan negara. Dalam laporan State of Global Islamic Economy Report 19/20 bahwa pemimpin industri halal dunia saat ini yakni Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sebagaimana negara tetangga saat ini yang sudah berkembang dan menikmati adanya industri halal yakni negara Malaysia. Hal ini tentu menggugah semangat bagi Indonesia dalam akselerasi industri halal sehingga bisa bersaing dengan negara-negara yang memiliki keunggulan industri halal sebagai penopang pertumbuhan ekonomi negara.
Disebutkan juga dalam State of Global Islamic Economy Report 19/20 yang mana menunjukkan besaran kontribusi umat Islam sebagai penyumbang gaya hidup halal terbesar di dunia. Besarnya kontribusi belanja produk halal bagi umat Islam di dunia, menjadi akselerasi penggerak perkembangan ekonomi dunia saat ini, diproyeksikan masing-masing sektor akan mengalami kenaikan seiring berjalannya permintaan produk halal dunia.
Dapat diketahui bahwa salah satu faktor atau kunci dalam pertumbuhan ekonomi Islam ialah meningkatnya populasi penduduk Muslim di dunia. Semakin banyak populasi penduduk Muslim di dunia tentunya akan memberikan dampak signifikan pada pendapatan di sektor industri halal dunia.
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Hal ini tentunya menjadi faktor utama dalam meningkatkan pengembangan industri halal yang ada di Indonesia dengan banyaknya pangsa pasar umat Muslim terbesar di dunia.
Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi dan memiliki tujuan menjadi negara industri pada 2025-2030, dengan rencana ekonomi jangka panjang yang menarget pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 4 triliun pada tahun 2025 dan USD 15 Triliun pada PDB tahun 2040-2045(Sukoso et al., 2020). Proyeksi tersebut, menunjukkan adanya komitmen Indonesia dalam fokus membangun ekonomi nasional dengan ekosistem industri halal.
Indonesia saat ini menduduki Top 15 Global Islamic Economy Inicatorscore dengan urutan ke 4, yang mana urutan pertama diduduki oleh negara tetangga Malaysia. Pemekaran ekosistem ekonomi syariah mencangkup keuangan syariah, makanan/minuman halal, fashion, farmasi dan kosmetik, wisata halal, media dan rekreasi.
Indonesia memiliki keunggulan dalam ekosistem industri halal yakni halal food(makanan halal) dan menduduki peringkat kedua berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022 yang dirilis Dinar Standard, 2022. Hal ini tentu menjadi kemajuan yang signifikan bagi industri halal di Indonesia (Sukoso et al., 2020).
Upaya untuk akselerasi dalam meningkatkan pasar makanan halal yang ada di Indonesia pemerintah mendukung gerakan sertifikasi halal gratis yang berguna bagi pelaku usaha mikro.
Hal ini tentunya dilakukan pemerintah dengan keseriusan yang bertujuan meningkatkan ekonomi bagi kalangan mikro untuk meningkatkan perekonomian serta terjaminnya kehalalan suatu produk tersebut, karena penduduk Indonesia mayoritas ialah umat Muslim sehingga perlunya setiap produk makanan yang ada di Indonesia harus bersertifikasi halal.
Sertifikasi halal sendiri merupakan keputusan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan Produk Halal.Adanya UU tersebut untuk menjamin mutu halal dan kemerdekaan setiap penduduk yang memeluk serta menjalankan perintah agamanya masing-masing.
Adapun mitra dari BPJPH yakni Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai amanat UU untuk memeriksa kehalalan suatu produk tersebut serta MUI sebagai penetapan kehalalan melalui sidang fatwa halal, hal ini sebagai pemenuhan aspek hukum agama.
Akselerasi industri halal dalam pasar internasional yakni adanya kebijakan promosi ekspor. Kebijakan ini merupakan itikad baik pemerintah agar memperluas pasar industri halal yang berasal dari Indonesia untuk diimpor ke pasar internasional.
Pada era saat ini pemuda milenial serta Gen Z semakin banyak yang menjadi youth entrepreneur baik di bisnis pakaian halal, seperti halnya busana muslim dengan model terkini dengan ukuran mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan fashion di Indonesia sudah mulai terkenal dengan merek lokal yang islami ke tingkat pasar internasional dengan diadakannya seperti Muslim Fashion Week.
Dengan begitu semangat dari pemuda Indonesia saat ini dalam membuat karya berbasis ekosistem halal bisa memiliki wadah dan semakin berkembang, serta ke depan volume dan nilai ekspor produk halal akan menjadi penyumbang PDB yang besar terhadap negara.
Di sisi lain ekosistem industri halal yakni sektor pariwisata halal saat ini semakin menjanjikan di negara Indonesia. Dengan banyaknya wisata yang ada di Indonesia juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dalam mengambil kesempatan menjualkan produk baik makanan/minuman halal ataupun fashion yang menjadi ciri khas keunikan wisata tersebut.
Tentu memberikan dampak yang positif bagi perekonomian di sekitar daerah wisata sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pariwisata halal, makanan/minuman halal dan fashion halal. Ini merupakan akselerasi Indonesia dalam menyampaikan ekosistem industri halal di pasar Internasional. (*)
*Dosen STAI Nurul Islam Mojokerto
Sumber:
Sukoso, Wiryawan, A., Kusnadi, J., & Sucipto. (2020). Ekosistem Industri Halal. In A. A. Prihanto, M. I. Sukarna, & H. Harimurti (Eds.), Ekosistem Industri Halal. Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah - Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/edukasi/Documents/EKOSISTEM HALAL 2020.pdf
Editor : Fendy Hermansyah