Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Korelasi Kapitalisme: Pengembangan Destinasi Wisata di Jawa Timur

Fendy Hermansyah • Jumat, 30 Juni 2023 | 13:05 WIB

Muhammad Alsafik Ruhunussa  Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang
Muhammad Alsafik Ruhunussa Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang
Oleh: Muhammad Alsafik Ruhunussa

BERBICARA tentang kapitalisme, seperti yang kita ketahui kapitalisme itu adalah sistem ekonomi yang modalnya itu bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan di pasaran bebas. Kemudian kapitalisme ini juga merupakan hasil pemikiran dari Adam Smith.

Adam Smith ini adalah tokoh mazhab klasik di mana para ahli ekonomi dunia menilai bahwa pemikiran mazhab klasik merupakan dasar sistem ekonomi kapitalis. Dalam pengembangan sektor wisata, kapitalisme memiliki imbas yang signifikan yang di mana korelasi antara kapitalisme dan pengembangan sektor wisata terdiri dari beberapa korelasi.

Investasi Perusahaan Swasta

Dalam sistem kapitalis, perusahaan swasta memiliki gentur untuk menginvestasikan modal mereka terhadap berbagai macam sektor terkhususnya sektor wisata. Yang di mana investasi ini berupa pembangunan infrastruktur seperti restoran, hotel, dan objek wisata yang mempunyai unsur estetika untuk menarik perhatian para pengunjung dan unsur estetika ini juga sebagai strategi perusahaan dalam mengembangkan sektor wisata.

Persaingan Market

Sistem kapitalisme melahirkan persaingan market yang sehat antara beberapa bisnis. Dalam sektor wisata banyak sekali opsi bagi konsumen dan juga power bagi perusahaan wisata dalam mengembangkan dan juga meningkatkan kualitas layanan mereka. Persaingan ini juga sebagai landasan yang kuat untuk memunculkan berbagai macam inovasi dan juga kreativitas dalam memajukan produk wisata yang lebih menarik kepada wisatawan.

Keuntungan dan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sistem kapitalisme perusahaan swasta mempunyai tujuan yaitu menghasilkan keuntungan. Keuntungan dan pertumbuhan ini didapat dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang mengunjungi suatu daerah yang kaya akan sektor wisata. Hal ini menjadi peran utama untuk menumbuhkan perekenomian di suatu daerah yang kaya akan sector wisata itu, seperti meningkatnya UMKM daerah, dan Pemasaran infrastruktur-infrastruktur sector wisata yang menjadi daya tarik suatu sektor.

Berbicara tentang korelasi kapitalisme ini sektor wisata di Jawa Timur menarik buat dikembangkan. Apalagi Jawa Timur mempunyai sektor wisata yang banyak dan perlu menjadi perhatian dari perusahaan begitu juga dengan pemerintah.

Provinsi Jawa Timur juga dikenal sebagai salah satu tujuan pariwisata terpopuler di Indonesia. Di mana potensi pariwisata di Jawa Timur melibatkan penilaian dan observasi terhadap daya tarik alamnya, kemudian unsur budaya di Jawa Timur  juga menjadi aspek pendukung sehingga kota ini banyak dikunjungi para wisatawan.

Berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kedatangan wisman domestik di Jawa Timur mencapai 12.361.00 orang di bulan April kemarin tahun 2023. Hal ini bisa menjadi acuan yang kuat untuk menerapkan sistem korelasi kapitalisme yang terdiri dari beberapa korelasi itu untuk diterapkan di Jawa Timur sebagai basic yang kuat untuk mengembangkan sector wisatanya agar bisa menjadi nilai tersendiri untuk Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pemberdayaan Desa Wisata yang menimbangkan: Bahwa dalam upaya pengembangan desa wisata, diperlukan pemberdayaan desa wisata yang terintergrasi dengan pembangunan daerah, dengan tetap memelihara kelestarian alam, keluhuran nilai budaya, dan adat istiadat; Bahwa Pemerintah Provinsi berwenang dalam pengelolaan kepariwisataan di daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah; Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan peraturan daerah tentang Pemberdayaan Desa Wisata;

Terkait Poin-poin yang ada dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur sudah jelas dan lugas bahwa sektor wisata di Jawa Timur harus dikembangkan dengan mengutamakan dan mengombinasikan aspek-aspek yang sudah dijelaskan dalam mekanisme legitimasi tersebut.

Maka dari itu, diperlukan partisipasi pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menerapkan ssstem kapitalis terhadap sektor wisata di Jawa Timur ini. Pemerintah dan perusahaan harus menginvestasikan modal mereka dalam hal pembangunan dan pembangunan ini bukan hanya untuk kredibilitas finansial tetapi pembangunan dalam aspek agama, budaya, sejarah dan lain-lain.

Kebutuhan market juga harus dipenuhi pemerintah dan perusahaan agar menjadi daya tarik yang akurat untuk para wisatawan dengan memanafaatkan penggunaan teknologi dan juga media sosial sehingga hal ini bisa menjadi pusat perhatian terhadap khalayak publik.

Faktor ini juga sebagai mesin penunjang suatu daerah dalam segi perekonomian sehingga sektor wisata di Jawa Timur. Itu bisa menjadi pusat perekonomian yang efektif dan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan individunya dengan membuka suatu usaha atau melengakapi infrastruktur dan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah dan perusahaan.

* Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #Kapitalisme #radar mojokerto #kuliner #trawas #pacet #wisata #jawa pos #opini #mojokerto #destinasi #Jawa Timur #umm #trowulan