PENULISAN cerpen merupakan salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia yang menempati skala prioritas di SMK. Penulisan cerpen merupakan materi menulis yang banyak digemari siswa karena keterkaitan isi cerita dengan pengalaman pribadi yang dituangkan dalam bentuk karya sastra yang estetika. Cerpen adalah prosa fiksi yang relatif pendek. Kependekan tersebut tentulah sangat berkaitan erat dengan tema atau permasalahan yang diangkat dalam sebuah cerita.
Adapun ciri-ciri cerpen antara lain memiliki alur tunggal, jumlah pelaku/tokoh yang terbatas, mencangkup peristiwa yang terbatas pula, serta kualitas watak tokoh dalam cerpen jarang dikembangkan secara penuh serta karakter tokoh dalam cerpen langsung ditunjukkan oleh pengarangnya melalui narasi maupun deskripsi. Dalam penulisan cerpen seringkali siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan sebuah ide yang berasal dari pengalaman pibadi.
Lantas, bagaimanakah strategi pembelajaran yang tepat bagi siwa agar memudahkan siswa dalam menulis cerpen? Salah satu strategi pembelajaran yang tepat adalah melalui Project Based Learning (PjBL). Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Adapun langkah-langkah dalam membuat cerpen dengan dengan karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) adalah sebagai berikut:
1. Siswa membuat sebuah kerangka kerja. Dalam hal ini siswa terlebih dahulu membuat kerangka cerpen;
2. Adanya konflik utama yang dijadikan inti dalam penulisan cerpen;
3. Siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atau permasalahan atau tantangan yang diberikan. Dalam hal ini siswa menentukan resolusi atau penyelesaian dari konflik cerpen.
4. Siswa secara kolaboratif dapat melakukan penyuntingan cerpen yang telah dibuat oleh siswa yang lain.
5. Proses evaluasi cerpen dilakukan secara terus-menerus.
6. Siswa secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan.
7. Produk akhir aktiitas belajar yakni cerpen dievalusi secara kualitatif; dan
8. Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan. Dalam hal ini semua siswa dapat melakukan koreksi silang terhadap cerpen.
Demikian model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang menarik untuk proses penulisan cerpen. Semoga membawa perubahan yang besar bagi semua guru hebat di Indonesia.
Salam Literasi!
*Pengajar Bahasa Indonesia di SMK Negeri 2 Mojokerto
Editor : Fendy Hermansyah