Tren Positif Akhirnya Menghampiri Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mojokerto

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Selasa, 12 April 2022 | 13:25 WIB
Dwiyanti Wulandari, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto
Dwiyanti Wulandari, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto
Oleh: Dwiyanti Wulandari *)

PANDEMI Covid-19 sudah hampir dua tahun lamanya menyerang bangsa Indonesia sejak pemerintah mengkonfirmasi infeksi virus tersebut kali pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Tak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi secara nasional. Begitu pula dengan Kabupaten Mojokerto yang baru terbebas dari zona merah yang dirilis pada laman resmi https://infocovid19.jatimprov.go.id/ tanggal 1 September 2021. Pada akhir tahun 2021 juga terjadi masalah yang cukup mengguncang masyarakat dan dunia usaha karena melambungnya harga minyak goreng dan kelangkaan minyak goreng hingga akhir tahun 2021.

Pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir tak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Seakan pandemi ini semakin menambah rumit permasalahan ekonomi. Hal ini terlihat pada tahun pertama pandemi banyak pelaku ekonomi harus terkena dampaknya. Mulai dari penurunan omzet, penutupan usaha, hingga pemutusan hubungan kerja. Situasi tersebut sangat terpengaruh pada perekonomian Kabupaten Mojokerto tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 1,11 persen. Hingga menyebabkan target RPJMD tahun 2020 tidak dapat tercapai karena goncangan yang cukup meluluhlantakkan perekonomian Kabupaten Mojokerto.

Pada tahun kedua pandemi Covid-19, masyarakat dan para pelaku ekonomi lainnya sudah mulai terbiasa dengan pola hidup baru. Berbagai penyesuaian dilakukan untuk memulihkan kembali berbagai sektor perekonomian. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, gencarnya pemberian vaksinasi kepada masyarakat yang terus berjalan, dan memberikan perhatian utama kepada sektor potensial di Kabupaten Mojokerto yaitu sektor industri pengolahan.

Jawa Timur memiliki sepuluh kawasan industri, salah satunya terletak di Kabupaten Mojokerto berdasarkan sumber siki.jatimprov.go.id., kawasan industri di Kabupaten Mojokerto yaitu Ngoro Industri Persada (NIP) yang berdiri sejak tahun 1991 terletak di Kecamatan Ngoro. Sejak berdirinya NIP, perekonomian Kabupaten Mojokerto yang awalnya sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian berubah di dominasi oleh sektor industri pengolahan. Sektor industri pengolahan ini tidak hanya industri besar dan sedang, tapi juga industri mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi penopang perekonomian Kabupaten Mojokerto.

Kebijakan stimulus ekonomi di sektor riil berupa insentif perpajakan kepada sektor industri pengolahan. Untuk para pelaku UMKM dapat memanfaatkan channeling dana melalui perbankan dan lembaga pembiayaan berupa stimulus kredit UMKM. Untuk menggenjot daya beli masyarakat dan perputaran uang di masyarakat dengan memberikan stimulus PPnBM untuk otomotif, beker jasama dengan marketplace melalui momen belanja murah setiap bulannya, dan penyaluran bansos jaring pengaman sosial.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut selama tahun 2021 telah menyalurkan bansos jaring pengaman sosial untuk total 3.500 keluarga penerima manfaat pada tanggal 1 Oktober 2021. Selain itu, melaksanakan pasar murah yang dilakukan setiap bulan, penyaluran bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung sebesar Rp 1,2 jua per penerima. Dan masih banyak lagi bantuan yang telah digagas oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menggairahkan roda perekonomian.

Dari usaha-usaha yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto selama kurun waktu 2021, akhirnya pertumbuhan ekonomi telah berhasil kembali ke tren positif. Berdasarkan rilis data BPS yang dilakukan pada bulan Februari 2022, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto mencapai 4,12 persen bahkan melampaui target RPJMD yang telah ditetapkan. Tentunya kabar baik ini telah dinanti-nanti pelaku usaha dan pemangku kebijakan.

Jika kita melihat lebih dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang sebesar 4,12 persen ada tiga penyumbang pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha terbesar. Yakni, yang bersumber dari sektor perdagangan sebesar 6,99 persen, sektor transportasi sebesar 6,40 persen, dan sektor industri pengolahan sebesar 5,35 persen. Sektor industri pengolahan dan peradagangan memiliki kontribusi PDRB yang tinggi yakni 55,77 persen dan 10,28 persen. Sehingga perubahannya akan sangat memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Capaian dari kedua sektor tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas industri pengolahan dan perdagangan pada tahun kedua pandemi yang semakin membaik. Sehingga dapat disimpulkan stimulus yang dilakukan pemerintah memberikan dampak yang baik untuk perekonomian Kabupaten Mojokerto.

Walaupun hampir semua sektor mengalami pertumbuhan. Ada juga sektor yang mengalami perlambatan pada tahun 2021 yaitu sektor komunikasi dan kesehatan. Pada saat pandemi Covid-19 baru melanda kedua sektor ini yang masih bisa tumbuh karena memang pada kegiatan pekerjaan banyak yang dilakukan Work From Home (WFH) dan pembelajaran dengan online yang membutuhkan kuota internet untuk mengganti kegiatan bertatap muka secara langsung.

Pada sektor kesehatan, karena Covid-19 ini menyerang kesehatan sehingga masyarakat banyak yang membutuhkan layanan kesehatan untuk rawat inap, berobat, dan melakukan tes Covid-19. Sejalan dengan serangan Covid-19 yang mulai mereda dan masyarakat banyak yang sudah melakukan vaksinasi sehingga kegiatan tatap muka dan kesehatan masyarakat yang semakin membaik.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu komponen konsumsi lembaga swasta nirlaba sebesar 2,75 persen dan komponen konsumsi rumah tangga sebesar 1,48 persen. Komponen konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sebesar 54,98 persen dari sisi pengeluaran. Sehingga perubahannya akan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dalam menstimulus daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah memberikan berbagai macam bantuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Pada tahun 2020, komponen rumah tangga yang memiliki andil terbesar dalam sisi pengeluaran mengalami kontraksi karena daya beli masyarakat yang menurun drastis. Banyak pemutusan hubungan kerja, usaha rumah tangga banyak yang gulung tikar, dan biaya untuk konsumsi makan dialihkan untuk kesehatan. Sehingga pemerintah terus mencari cara agar masyarakat bisa meningkat daya belinya.

Rumitnya permasalahan ekonomi saat ini diperlukan kerja sama seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemerintah yang memegang peranan penting dalam menentukan kebijakan harus mampu memihak pada kebutuhan dasar masyarakat tanpa mengesampingkan hak pelaku ekonomi lainnya. Selain itu, pemerintah juga harus mampu menangkap peluang untuk memaksimalkan sektor yang memiliki tren positif dan memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan mampu bersinergi dengan kebijakan pemerintah, sehingga permasalahan ekonomi dapat teratasi. Dengan kolobarasi yang baik, Insya Allah Kabupaten Mojokerto semakin membaik dan Jawa Timur akan bangkit. (*)

*) Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mojokerto


Editor : Fendy Hermansyah
BPS Kabupaten Mojokerto statisi BPS Kabupaten Mojokerto opini radar mojokerto