Masyarakat setempat meyakini, salah satu masjid tertua di bumi Majapahit ini dibangun oleh seorang dari pesisir Arab. Sosok ulama yang hingga kini belum diketahui namanya ini datang dari wilayah Hadramaut, Yaman, untuk membangun masjid.
Tak jauh berbeda dengan kampung Kauman yang tersebar di daerah lainnya. Masjid Baitul Muslimin memiliki gaya arsitektur bercorak Jawa. Di samping sebagai sarana ibadah, masjid juga difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Meski beberapa kali disentuh renovasi, namun ciri khas Masjid Kauman masih tetap dipertahankan. Di antaranya menara setinggi 20 meter yang dulu digunakan untuk tempat mengumandangkan azan. Selain itu, di area masjid Baitul Muslimin juga terdapat kompleks makam dari keturunan pengusus masjid dan sumur tua. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah