Koordinator Panitia Festival Musik Patrol Ramadan 2026 Ahmad Basuni mengungkapkan, TM akan berlangsung mulai pukul 14.00. Acara ini wajib diikuti seluruh peserta, untuk memantapkan persiapan mereka saat tampil nanti. ”Kami harap seluruh peserta wajib hadir sebagai persiapan memahami ketentuan petunjuk teknis saat lomba,’’ katanya, kemarin (4/3).
Dia menambahkan, hingga saat ini sudah ada delapan tim yang mendaftarkan diri ke panitia. Pihaknya memprediksi, kelompok yang akan mendaftarkan diri masih terus bertambah. ”Pendaftaran masih terus berlangsung, kami tutup pada Kamis (5/3) nanti, bersamaan dengan TM,’’ imbuhnya.
Ia mengatakan, pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat Festival Musik Patrol 2026 di Darmo Corner Radar Mojokerto Sunrise Mall, Jalan Benpas, Kota Mojokerto. Basuni menyebut, acara bertema Tradisi Sahur, Kreasi tanpa Batas, ini dibuka bagi masyarakat umum. ’’Pesertanya bisa dari pelajar jenjang SMA sederajat dan umum. Per grup kami batasi hanya 10 orang maksimal, boleh putra putri atau campuran,’’ terang dia.
Adapun biaya pendaftaran per grup Rp 150 ribu. Sebagai ketentuan, musik patrol ditampilkan di atas panggung. Masing-masing grup hanya boleh menyajikan penampilan yang diiringi alat musik non-elektronik dan tidak bernada. ’’Lagu bebas sesuai tema Ramadan. Bentuk sajian penampilan bisa dari musik, vokal, dan dialog,’’ papar Basuni.
Sementara untuk durasi waktu penampilan per grup diberi waktu maksimal 10 menit. Setiap kelompok diwajibkan mengenakan busana rapi, sopan, kreatif, dan bernuansa Ramadan. ’’Untuk penilaian, ada tiga aspek. Meliputi, teknik musik dan vokal, kreativitas dan harmonisasi, serta penampilan dan kekompakan,’’ urainya.
Bagi para pemenang event Festival Musik Patrol Ramadan 2026, akan menerima hadiah berupa trofi, piagam, hingga uang pembinaan. ’’Kita ambil enam juara. Yaitu, juara 1, 2, dan 3, kemudian juara harapan 1, 2 dan 3,’’ imbuh Basuni. Sedianya penampilan masing-masing tim Festival Musik Patrol Ramadan akan berlangsung pada Selasa (10/3) di Sunrise Mall Mojokerto.
Event ini digelar agar masyarakat tetap produktif sehingga momen bulan puasa lebih berwarna. Selain itu, untuk mewadahi kreativitas dengan menampilkan performa terbaiknya melalui seni musik selaras dengan pengembangan seni budaya di Mojokerto Raya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah