Diresmikan sejak 12 Juni 1892, masjid ini memiliki gaya arsitektur khas bercorak Jawa. Meski telah mengalami sentuhan renovasi, namun masjid yang diresmikan di era pemerintahan Bupati Mojokerto Kromodjojo Adinegoro ini masih otentik dengan bentuk aslinya. Beberapa ornamen orisinal yang masih dipertankan adalah padasan alias tempat wudu berbentuk kolam.
Pada bangunan induk, Masjid Baiturrahmah juga mempertahankan atap tumpang atau bersusun tiga yang menjadi ciri khas bangunan tradisional Jawa.
Meski sudah tak difungsikan, jam bencet yang menjadi alat petunjuk waktu salat dengan mengandalkan sinar matahari dan bayangan juga masih tak dihilangkan dari area masjid.
Demikian dengan menara yang dulu digunakan sebagai tempat muazin sebelum adanya alat pengeras suara yang masih berdiri kukuh hingga kini. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah