Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Masjid Tiban Nurul Huda Daleman Mojokerto, Tak Lepas dari Sosok Kanjeng Jimat, Dipercaya Dapat Memberikan Tuah Ilmu Keberkahan

Fendy Hermansyah • Rabu, 27 Maret 2024 | 22:47 WIB

LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
MASJID Tiban Nurul Huda di Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto berdiri sekitar abad ke-19. Masjid tersebut menjadi jejak penyebaran Islam di Mojokerto dan sekitarnya. 

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Nurul Mahfud menceritakan, pada zaman dahulu ada tokoh spiritual yang bernama Mbah Jainul Kobar yang dikenal dengan julukan Kanjeng Jimat.

Ia memerintahkan muridnya untuk mencari wilayah di sekitar Mojokerto untuk dijadikan tempat menghasilkan orang yang bermanfaat. "Lokasi itu untuk pendidikan orang agar berguna bagi Negara", kata dia.

Pria 58 tahun ini melanjutkan, murid Kanjeng Jimat lantas memilih Dusun Daleman sebagai lokasi pendidikan spiritual tersebut.

Saat membuka dusun tersebut, murid Kanjeng Jimat menemukan sebuah kemaron atau tungku. Yang kemudian diserahkan kepada gurunya.

LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Oleh Kanjeng Jimat, tungku tersebut diperkirakan merupakan peninggalan dari Sunan Bonang," sambungnya.

Setelah kejadian tersebut, kata Nurul, tanah Dusun Daleman harus dipagari secara gaib agar terhindar dari sesuatu yang negatif.

Selain berkaitan dengan hal mistis, di sana juga merupakan tempat memiliki barokah.

"Selain dipasang pagar gaib, biasanya pendatang yang hanya menginjakkan kaki di dusun ini juga akan mendapatkan barokahnya," ujar Nurul Mahfud.

Kemudian murid dari Kanjeng Jimat membangun gubuk dengan beratap alang-alang. Gubuk itu dijadikan tempat mendidik orang.

Tujuannya agar orang itu bisa bermanfaat bagi Negara. Kanjeng Jimat kemudian memerintahkan agar diubah menjadi masjid yang dapat digunakan umat Muslim. 

Tiban digunakan sebagai julukan masjid itu, karena mitosnya Masjid Tiban dipercaya keberadaannya secara tiba-tiba.

Sebenarnya masjid tersebut tidak muncul begitu saja, tetapi ada cerita dan tidak diketahui masyarakat. Sehingga, sampai sekarang dikenal dengan Masjid Tiban. 

LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
LESTARI: Masjid Tiban Nurul Huda tetap terjaga nilai sejarahnya yang berada di Dusun Daleman, Desa Japan, kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Nurul juga menjelaskan, masjid tersebut diresmikan oleh Kyai Ahyat Halimy pada Jumat Kliwon, dengan nama Masjid Nurul Huda.

Peninggalan zaman dulu yang masih dijaga yaitu berupa mimbar dan sumur. "Selain dua peninggalan tersebut, sebenarnya masih ada banyak. Tetapi disimpan agar tidak disalahgunakan," jelasnya.

Hingga kini, Masjid Nurul Huda menjadi jujukan umat Muslim sekitar untuk beribadah.

Selain itu, warga luar juga kerap menjadikan tempat mencari ilmu keberkahan. (Nailul Mufarichah/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Masjid mojokerto #masjid bersejarah #ramadan #Ikon masjid #mojokerto