Masjid yang berdiri sejak 2000 ini bergaya arsitektur modern.
Masjid di tengah perumahan ini awalnya seperti versi masjid Demak dengan atap tumpang dua.
Kemudian di renovasi menjadi lebih modern sekitar tahun 2017, karena kesepakatan warga sekitar.
"Warga meminta untuk memperbaiki masjid agar lebih nyaman dan terlihat lebih menarik," ujar Sentot, marbot Masjid Sunan Muria.
Penamaan Sunan Muria terinspirasi dari nama jalan, yakni Muria Raya.
Nama tersebut dipakai dengan tujuan agar sama dengan jalan yang ada di perumahan tersebut.
Tujuan lainnya yakni agar mudah dikenal, baik warga lokal maupun pendatang.
Selain diperluas, masjid itu juga direnovasi dengan nuansa modern yang terlihat dari bagian depan.
Sekilas, masjid Sunan Muria berbentuk kotak dengan beberapa lengkungan, sehingga tampak lebih menarik.
Sedangkan warna hijau dan krem dipakai agar terlihat lebih modern.
"Sejak masjid ini bernuansa modern, jamaah maupun kegiatan semakin aktif," jelas pria 57 tahun itu.
Sentot juga menjelaskan, masjid itu awalnya hanya menampung sekitar 300 jemaah.
Kemudian diperluas sehingga dapat menampung sekitar 500 jamaah lebih.
"Alhamdulillah setelah renovasi luas masjid semakin besar yakni sekitar 300 meter," pungkas Sentot. (Mia Chalimatus Syaidah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah