Belakangan, waduk penampung air hujan yang menelan anggaran Rp 5,1 miliar itu jadi jujukan baru warga untuk melepas penat. Memasuki bulan puasa ini, kolam retensi makin ramai dikunjungi.
Seperti yang terpantau pada Ramadan pertama, Selasa (12/3) sore. Sejumlah remaja tengah meriung di sejumlah sudut kolam.
Sambil bergurau, mereka tengah menanti umpan pancingnya disambar ikan. ’’Di sini selalu ramai, ikannya juga banyak,’’ sebut Ilham, 18, salah seorang pengunjung.
Pemkot Mojokerto tampaknya memang mengkonsep kolam retensi di Jalan Randu Gede itu sekaligus sebagai tempat wisata. Bak taman kota, sekeliling area waduk dipasangi bangku berikut lampu-lampu taman. Cantik nan menawan.
Beberapa keluarga tampak menempati kursi besi itu sambil menikmati suasana. ’’Ngabuburit dekat rumah saja,’’ ujar Wahyu yang mengajak istri dan anaknya menanti waktu berbuka puasa sore kemarin.
Semenjak tuntas digarap Desember tahun lalu, kolam retensi bernama Bale Wilwatikta ini seolah langsung menyedot antusiasme warga.
Entah memang niat melepas penat atau sekadar penasaran pas melintas, mereka berkunjung.
Seperti yang dikatakan Ilham, kolam retensi akan semakin ramai selama bulan puasa nanti. Tempat ini seolah jadi spot baru bagi warga yang hendak ngabuburit alias menanti waktu berbuka puasa.
Kolam retensi dibangun Pemkot Mojokerto dengan anggaran Rp 5,1 miliar pada 2023. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pengentasan banjir.
Keberadaan waduk diandalkan untuk mengendalikan genangan air di wilayah kota. Dukungan anggaran pun kembali disuntik tahun ini.
Kali ini, pemkot menyiapkan Rp 4,7 miliar untuk membangun fasilitas umum kolam retensi. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah