KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Jelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, warga Mojokerto mulai memadati sejumlah pasar tradisional. Warga juga memburu kue kering hidangan khas sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Berdasarkan pantauan, banyak warga memburu kue kering di Pasar Tanjung Anyar. Dewi seorang penjual kue kering mengatakan, dagangannya sudah mulai dijual sejak awal puasa kemarin. Meski begitu, setiap harinya tetap ada warga yang memburu kue kering. ’’Biasanya untuk dibuat hampers dan dikirim ke luar kota. Jadi, awal puasa kemarin saja sudah ramai, apalagi sekarang ramainya tambah lagi,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan, kue kering dijual dengan harga bervariasi. Mulai Rp 50 ribu per kilogram hingga Rp 130 ribu per kilogram. Produknya sebagian hasil produksi sendiri, sebagian diambil dari produsen asal Surabaya maupun Gresik.
Kue yang dijual pun beragam, seperti kue lidah kucing, nastar, astor, kacang-kacangan, keju, kuping gajah, putri salju, dan jenis lainnya. ’’Kalau keuntungan, ya nggak tentu tiap harinya, hanya saja pembelinya sudah mulai ramai dibandingkan saat pandemi Covid-19 kemarin,’’ papar Dewi.
Evandra, salah satu pelanggan kue kering di Pasar Tanjung Anyar menyebutkan, harga kue kering sejauh ini terbilang normal. Akan tetapi, beberapa kali ia sempat kehabisan jenis kue kering tertentu. Sebab, banyaknya permintaan dari warga lain. Sehingga, ia harus pesan ke toko langganan terlebih dahulu agar tidak kehabisan stok. ’’Biasanya harga baru naik kalau H-7 Lebaran. Karena saya kan dipakai untuk kirim hampers jadi ada request kue tertentu. Jadi harus pesannya juga cepet-cepetan,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah