Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Blanggur

Fendy Hermansyah • Sabtu, 9 April 2022 | 20:43 WIB
Ilustrasi Blanggur. Dok jawa pos
Ilustrasi Blanggur. Dok jawa pos
SETIAP Ramadan, terdapat sejumlah tradisi yang dilakukan masyarakat. Salah satunya adalah menyalakan blanggur. Suara ledakan dari benda sejenis petasan itu dijadikan sebagai penanda waktu berbuka puasa. Sayangnya, keberadaannya kini sudah tenggelam seiring kemajuan zaman.

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, dentuman suara blanggur menjadi momen paling dinanti masyarakat jelang berbuka puasa. Warga akan bebondong-bondong di sekitar masjid untuk ngabuburit sembari menunggu blanggur dinyalakan. ’’Dulu, setiap sore banyak warga menunggu suara ledakan blanggur,’’ paparnya.

Menurutnya, blanggur mirip seperti petasan yang dinyalakan tepat saat waktu maghrib tiba. Tidak semua tempat ibadah melaksanakan tradisi blanggur, karena hanya dilangsungkan di masjid besar saja. Di antaranya Masjid Agung Al-Fattah, Kota Mojokerto. ’’Ledakan blanggur menjadi tanda sudah waktunya berbuka. Karena itu, tradisi tersebut hanya dilaksanakan saat bulan puasa saja,’’ tandasnya.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menjelaskan, nama blanggur berasal dari dua suku kata. Masing-masing ’’blang’’ yang diambil dari suara saat petasan yang dilontarkan ke atas. Dan ’’gur’’ yang berasal dari bunyi ledakan sebelum petasan sebelum jatuh ke tanah. ’’Ledakan di udara itulah yang kemudian disebut blanggur,’’ jelasnya.

Belum diketahui pasti kapan tradisi blanggur dijadikan sebagai tanda berbuka puasa oleh masyarakat. Namun, keberadaannya di Kota Onde-Onde masih dapat dijumpai hingga sekitar dekade 1980-an. Namun, tradisi blanggur tidak hanya dilakukan di kota, karena tradisi serupa juga digelar di semua masjid agung di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Prosesi peledakan blanggur menjadi tontonan warga. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut perlahan mulai tenggelam. Bahkan kini sudah tidak bisa dijumpai lagi di masjid agung di wilayah Mojokerto Raya. Selain faktor kemajuan informasi teknologi yang memudahkan orang mengetahui waktu berbuka, azan Maghrib juga telah dikumandangkan secara merata melalui corong atau pengeras suara di seluruh masjid dan musala. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#suara blanggur #ramapedia #blanggur mojokerto #blanggur