SEMENTARA itu, Ketua DPW PKB Jatim H. Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) menuturkan, yang terpenting dari pasca pengukuhan adalah mewujudkan program yang tujuan utamanya demi kemaslahatan umat. ’’PBNU membentuk (PKB) untuk aspirasi politik warga Nahdlatul Ulama (NU) ini tidak boleh dilupakan, karena inilah yang kemudian menjadikan kerja kita di PKB itu mempunyai nilai ibadah,’’ ujarnya saat menghadiri Pengukuhan DPC dan DPAC PKB Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2026-2031 di Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (20/9).
Oleh sebab itu, Gus Halim mengajak para kader agar di setiap langkah dan tarikan napas perjuangan harus selalu merujuk pada sejarah dan niat besar atas dilahirkannya PKB. Yaitu berangkat dari keinginan dan harapan semua warga NU se-Indonesia. ’’Inilah nilai yang memberikan suasana berbeda di PKB,’’ imbuhnya.
Agar program yang akan dijalankan lima tahun ke depan tetap mengedepankan nilai-nilai tulus partai, yaitu demi kepentingan masyarakat, agama, dan NU, Gus Halim juga memberikan instruksi tegas. Instruksi tersebut ditujukan kepada semua jajaran pengurus, baik yang sedang menduduki jabatan politik di eksekutif, legislatif, hingga di posisi strategis.
Gus Halim meminta semua kader di semua tingkatan selalu mendukung program-program yang digulirkan NU. ’’Seluruh program NU yang bersentuhan dengan umat, dengan masyarakat, wajib hukumnya, struktur PKB dan kader PKB untuk mendukung kesuksesan program itu,’’ terangnya.
Semisal, dalam bentuk program penguatan ekonomi yang kini sedang dikembangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kesehatan, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. ’’Kita nggak boleh kemudian berpangku tangan,’’ tutur politisi kelahiran Jombang, 14 Juli 1962 ini.
Gus Halim berkesempatan mengilustrasikan pola hubungan antara PKB dan NU. Selama ini, NU, lanjutnya, komitmen memperjuangkan ajaran ahlu sunnah waljamaah melalui jalur-jalur sosial keagamaan. Sedangkan PKB bertugas menjalankan perannya lewat gerakan sosial politik. ’’Tetapi, ujungnya sama, untuk kepentingan masyarakat, kepentingan agama, dan kepentingan NU,’’ paparnya.
Dengan demikian, Gus Halim kembali mengingatkan, semua kader tidak boleh menempatkan jabatan sebagai tujuan utama. Namun sebaliknya, menganggap jabatan sebagai sebuah instrumen (alat) dalam meraih tujuan. ’’Nek iki sampean lakoni tenanan, yakin kabeh kader PKB melbu suargo bareng Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari. Ayo berjuang dan berbuat untuk kepentingan warga masyarakat,’’ tandasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto