Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto masa khidmat 2026-2031 resmi dikukuhkan. Prosesi pengambilan sumpah dan janji yang dipusatkan di Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (20/9) malam, ini dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur (Jatim) H. Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), Bupati Mojokerto H. Muhammad Albarraa (Gus Barra), dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto. Pengukuhan yang diikuti semua jajaran pengurus harian partai berlambang bola dunia tersebut dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jatim H. Thoriqul Haq.
KETUA DPC PKB Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2026-2031 Hj. Ayni Zuroh menuturkan, pengukuhan bersejarah di Candi Brahu ini hendaknya dijadikan sebagai momentum dalam memperkuat persatuan dan gotong royong. Demikian itu tertuang dalam Spirit Full of Majapahit Greatness sebagai city branding atau identitas baru bagi Kabupaten Mojokerto. ’’Majapahit telah memberikan kita warisan sejarah, sekarang menjadi tugas kita untuk memberikan warisan masa depan kepada anak cucu kita,’’ jelasnya dalam sambutan usai pengukuhan.
Ia menjelaskan, di bumi Majapahit, lahir sebuah peradaban besar Nusantara yang meninggalkan warisan sejarah, budaya persatuan dan semangat membangun. Sehingga sudah semestinya PKB bukan hanya mengenang kebesaran Majapahit, melainkan telah menjadi keharusan bagi para kader meneruskan semangatnya dengan membangun kebesaran Mojokerto di masa depan.
’’Kebangkitan itu harus kita wujudkan melalui ekonomi yang kuat dan budaya yang tetap hidup. Warisan tersebut tak lain berupa ekonomi yang kuat, budaya yang lestari, generasi muda yang kreatif, dan masyarakat Mojokerto yang semakin sejahtera,’’ imbuhnya. Realisasinya, lanjut Zuroh, tentu melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pertanian, industri perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta kekayaan sejarah dan budaya secara nyata. ’’Saya ingin mengajak semua kader PKB memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menjadikan UMKM naik kelas, petani makin sejahtera, anak muda mendapatkan ruang untuk berkarya, dan potensi sejarah serta budaya, menjadi kekuatan ekonomi baru,’’ imbuhnya.
Politisi kelahiran Mojokerto, 28 Juli 1975 ini menambahkan, sejarah bukan hanya menjadi kebanggaan pada masa lalu. Melainkan telah menjadi kekuatan ekonomi masa kini dan masa depan. Melalui semangat itulah, ia berharap DPC dan DPAC PKB Kabupaten Mojokerto selalu hadir untuk bekerja. ’’PKB jangan hanya hadir pada saat momentum politik lima tahunan saja. PKB harus hadir ketika rakyat membutuhkan kapan saja dan di mana saja. Turun ke masyarakat, dengarkan aspirasinya, pahami persoalannya, dan ikut menghadirkan solusinya,’’ papar Zuroh.
Ia menuturkan, sejauh ini, PKB telah mempersiapkan beragam program strategis dan nyata yang siap dijalankan selama lima tahun ke depan. Meliputi program pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi pesantren, peningkatan kesejahteraan petani dan pekerja, pengembangan ekonomi kreatif, serta membuka ruang bagi generasi muda. Dan tak kalah pentingnya adalah menjaga sekaligus mengembangkan warisan sejarah dan budaya Majapahit.
’’Karena politik bukan hanya tentang kepercayaan yang diberikan rakyat, tetapi bagaimana kepercayaan itu kita kembalikan dalam bentuk pengabdian dan manfaat bagi rakyat,’’ tegas Zuroh.
Sehingga untuk mewujudkan visi dan misi besar tersebut, Zuroh mengajak seluruh jajaran PKB tidak sekadar berbicara tentang perubahan dan kesejahteraan, melainkan membuktikannya melalui kerja-kerja nyata. DPC dan DPAC PKB, harus mampu mengerjakan perubahan itu sendiri demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. ’’PKB bergerak, rakyat berdaya. PKB hadir, masyarakat bangkit. Bersama membangun Mojokerto. Dari bumi Majapahit untuk Indonesia, dari Mojokerto untuk kebangkitan Nusantara,’’ tandasnya.
Zuroh berharap, pasca pengukuhan ini, seluruh jajaran pengurus, baik DPC, DPAC, hingga ranting harus langsung tancap gas bekerja keras menjadikan PKB sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat. Bahu-membahu memperkuat soliditas dan loyalitas, memperluas jangkauan PKB dalam menjawab persoalan-persoalan rakyat. ’’Insya Allah dengan itu, maka kemenangan akan kita raih. Karena target kami pada Pemilu 2029 nanti, menjadikan Kabupaten Mojokerto ijo royo-royo,’’ pungkasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto