KOTA - Dua kursi kepala dinas di Pemkot Mojokerto akhirnya diisi dengan pejabat definitif. Dalam pelantikan di Balai Kota, Sabtu (20/6), Agung Moeljono Subagijo diangkat menjadi Inspektur. Wali Kota Ika Puspitasari juga mengukuhkan Farida Mariana sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).
Agung sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sejak September 2025. Sebelum dilantik menjadi Inspektur definitif, Agung telah menakhodai instansi aparat pengawas intern pemerintah (APIP) tersebut dengan status pelaksana tugas (Plt). Kini, Agung merangkap sebagai Plt Kepala Dikbud.
Pimpinan Inspektorat Kota Mojokerto sudah mengalami kekosongan sejak akhir 2022. Selama hampir empat tahun itu, posisi Inspektur dirangkap oleh kepala dinas lain. Tak hanya mengisi lowongnya kursi kepala di inspektorat, wali kota juga melantik Farida yang sebelumnya menjabat Plt Kadinsos P3A sejak Februari lalu menjadi kepala definitif di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.
Adapun satu pejabat lain setara kepala dinas yang turut dilantik adalah Santi Ratnaning Tias sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah. Mantan Kepala Diskominfo itu menggantikan posisi yang ditinggalkan Farida. Sebelum dimutasi, Santi sebelumnya berposisi sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan sejak Juli 2024.
’’Mutasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur, mendorong adaptasi dan inovasi, serta memperkuat birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat,’’ kata Wali Kota Ika Puspitasari dalam rilisnya, Sabtu (20/6).
Ning Ita, sapaan wali kota, menilai pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan menyusun perencanaan. Selain itu, pejabat eselon II tersebut juga bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program serta melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja perangkat daerah.
’’Jabatan tersebut menjadi motor penggerak organisasi dalam mewujudkan visi, misi, dan target kinerja secara efektif, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,’’ imbuhnya.
Ning Ita berharap penyesuaian jabatan yang dilakukan dapat mendukung pengembangan karier ASN melalui pengalaman tugas yang semakin luas. Dengan kompetensi dan daya saing yang lebih baik, para pejabat diharapkan mampu menjadi pemicu perubahan positif di lingkungan kerja masing-masing. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah