Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto
DI ruang sidang, dia menyuarakan aspirasi warga. Di ruang praktik, dia memeriksa pasien dengan empati. Di rumah, dia menjadi teladan bagi anak-anaknya. Bagi dr. Ditha Roosita Ayu Lestari, M.Biomed, tiga peran itu adalah cara menghidupkan semangat Raden Ajeng (RA) Kartini hari ini.
”Hari Kartini selalu menghadirkan ruang untuk kembali mengingat bahwa jalan yang kita lalui hari ini pernah diperjuangkan dengan penuh keberanian oleh RA Kartini,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto itu.
Ditha tidak melihat perannya sebagai beban. Sebagai legislator, tugasnya memastikan suara masyarakat masuk dalam kebijakan. Sebagai dokter, dia belajar bahwa mendengar keluhan pasien sama pentingnya dengan memberi resep. Sebagai ibu, dia percaya anak-anak tumbuh dari cinta dan contoh nyata di rumah.
”Tidak selalu mudah menjalani semua peran sekaligus. Namun, justru di sanalah letak kekuatan perempuan—mampu tetap berdiri, merawat, dan memberi, bahkan dalam keterbatasan,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Bagi Ditha, Hari Kartini tidak harus dirayakan lewat seremoni besar setiap 21 April. Semangat itu cukup dirawat lewat keputusan yang adil, kepedulian kecil setiap hari, dan harapan yang tidak pernah padam. Dia berharap perempuan Indonesia diberi ruang untuk tumbuh, didengar, dan dihargai. ”Karena dari perempuan yang kuat dan berdaya, lahir masa depan bangsa yang lebih baik,” ungkapnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah