KABUPATEN - Pemkab Mojokerto optimistis partisipasi masyarakat dalam helatan Pilkada Serentak 2024 ini meningkat dibandingkan Pilpres dan Pileg lalu. Selain gencar ajak masyarakat untuk tidak golput, ikatan batin warga juga dinilai lebih kuat dengan para calon kepala daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, mengatakan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam helatan Pilkada serentak yang tinggal menghitung hari 27 November ini menjadi fokus pemerintah daerah. Itu tak lain untuk menyukseskan pesta demokrasi dalam penentuan pemimpin di Kabupaten Mojokerto, termasuk di Jawa Timur. ’’Minimal partisipasi pada pilkada ini sama dengan Pilpres kemarin, bahkan kalau bisa lebih tinggi,’’ ungkapnya.
Pemda optimistis, jika pada Pilpres pada Februari lalu partisipasinya capai 91 persen, Pilkada yang berlangsung Rabu (27/11) mendatang bisa lebih tinggi. Salah satu yang menjadi indikator tak lain masifnya pemerintah dan penyelenggara pilkada dalam menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak golput. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyukseskan gelaran Pemilihan Bupati Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto. Sekaligus, Pemilihan Gubernur Jatim dan wakil Gubernur Jatim.
Salah satunya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui spanduk ajakan untuk tidak golput saat pemungutan suara nantinya. ’’Kalau melihat antusiasme pelaksaan kampanye, kami optimistis partisipasinya bisa di atasnya pilpres, karena ini kan kepentingannya lebih terlihatan, semangatnya juga lebih muncul. Sehingga harapan kita bisa lebih bagus,’’ paparnya.
Di sisi lain, pemda juga fokus menjaga harkamtibmas dengan melangsungkan koordinasi secara masif dengan pihak-pihak terkait. Langkah itu sebagai deteksi dini di tengah masyarakat jika ada gejolak bisa cepat dilakukan penanganan cepat dan dicarikan solusinya.
Seperti halnya aksio unjuk rasa yang terjadi di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro pekan lalu, bersama kepolisian pemda langsung gerak cepat agar persoalan semakin melabar. ’’Secara umum kita sampaiakan, kesatuan, persatuan, dan kepentingan masyarakat secara luas harus di atas segala-galanya, di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan individu,’’ jelasnya.
Tak urung makin dekatnya pemungutan suara, pemetaan atau pun deteksi dini terus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. ’’Prinsipnya, kondusivitas wilayah ini menjadi yang utama,’’ tegas Teguh. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi